oleh

Reward untuk Nakes di Sampang Tidak Jelas

Kabarmadura.id/Sampang-Sedikitnya ada lima orang tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di Kabupaten Sampang, terinfeksi Covid-19. Kuat dugaan minimnya alat pelindung diri (APD) menjadi penyebab utama para nakes menjadi korban wabah tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang Agus Mulyadi mengatakan, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya untuk melindungi para nakes yang berjuang menangani wabah itu. Bahkan pihaknya telah melakukan rapid tes dan swab, hingga menutup sementara pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) dan tempat praktik nakes yang terpapar Covid-19.

“Sebanyak 220 karyawan Dinkes sudah dirapid tes, hasilnya tujuh orang reaktif dan akan dilakukan swab test,” ungkap Agus Mulyadi, Minggu (5/7/2020).

Ke depan, Agus (sapaan akrabnya) berjanji akan mengevaluasi sistem atau tata APD yang biasa digunakan para nakes. Pihaknya akan melibatkan semua lembaga kesehatan untuk mengevaluasi dan melakukan monitoring bagi para nakes yang bertugas.

“Kami belum bisa memastikan para nakes yang terpapar covid-19 ini karena apa? kemungkinannya tertular dari pasien yang ditangani, maka kami perlu melakukan evaluasi terkait sistem APD yang digunakan oleh para nakes ini dengan melibatkan sejumlah lembaga yang kompeten,” terangpnya.

Namun demikian lanjut Agus, perjuangan dan pengorbanan nakes tidak berbanding lurus dengan kepedulian pemerintah. Pasalnya, hingga kini hak para nakes berupa dana kematian atau uang duka belum ada kejelasan.

Agus mengaku, untuk pemberian reward bagi nakes yang gugur saat menjalankan tugas menangani pasien Covid-19 itu, hingga kini masih dalam proses pengajuan kepada pemerintah pusat.

“Untuk nominalnya bisa mencapai ratusan juta, saat ini kami masih menunggu dari pusat,” ucapnya.

Dia menegaskan, pada prinsipnya Pemkab sangat peduli dan perhatian kepada para nakes dan masyarakat yang gugur akibat wabah Covid-19 itu. Khusus para nakes, pihaknya telah mengajukan reward kepada pemerintah pusat agar mendapatkan dana kamatian, karena pemerintah daerah tidak mampu untuk mengcover bantuan itu, tapi hingga kini bantuan dana kematian itu belum turun.

“Kami tidak hanya mengajukan dana kematian bagi nakes yang gugur, tapi  insentif bagi para nakes yang terus berjuang menangani wabah Covid-19 ini,” tutupnya.

Sebelumnya, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Sampang dr Indah Nursusanti menguraikan, para nakes sangat rentan terpapar wabah Covid-19, baik dokter, bidan dan perawat.

Jika pasien yang terpapar Covid-19 berobat ke nakes, maka nakes beresiko sangat besar terpapar juga, terlebih saat ini penularan cukup masih, karena sudah terjadi transmisi lokal.

“Hingga kini nakes yang terpapar Covid-19 dokter sudah ada 5 orang, sedangkan yang lainnya terus di pantau,” singkatnya. (sub/pin)

 

 

Komentar

News Feed