Ribuan Guru di Kemenag Sumenep Belum Bisa Cairkan TPG

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) INSENTIF: Ribuan guru honorer di bawah naungan Kemenag Sumenep menunggu kejelasan pencairan TPG.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Tunjangan profesi guru (TPG) di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag), hingga saat ini belum dicairkan. Meski memasuki akhir triwulan ketiga 2021 yang semestinya insentif tersebut lumrahnya sudah bisa dinikmati oleh para guru. Namun, kenyataanya masih belum dicairkan.

Plt Kepala Seksi Pendidikan dan Madrasah (Pendma) Kemenag Sumenep Mohammad Sadiq mengatakan, proses pencairan TPG sebagian sampai akhir tahun, tetapi ada sebagian dicairkan setiap 6 bulan atau per semester. Hal itu berbeda dengan bulan-bulan sebelumnya.

Bacaan Lainnya

“Belum bisa diakses, karena pencairan masih belum. Biasanya per 6 bulan. Kami itu tidak dapat konfirmasi atau pemberitahuan, kadang lebih tahu gurunya ketimbang kami,” katanya.

Dia menjelaskan, insentif guru non PNS atau non sertifikasi ditentukan dengan kriteria di Sistem Informasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kemenag (Simpatika). Sementara untuk sertifikasi ada pemberkasan khusus. Proses pemberkasannya tidak mudah, yakni memenuhi absensi jadwal mengajar, jumlah jam, dan pemberkasan lainnya seperti menginput rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), silabus dan pemberkasan lainnya.

Ditambahkannya, khusus guru sertifikasi minimal mengajar 24 jam dalam satu minggu, dan dalam satu hari selama 8 jam pelajaran. Ada 30 persen guru sertifikasi dari seluruh jumlah guru madrasah di Sumenep.

“Sebanyak 15 ribu di bawah naungan kemenag baik dari Raudhatul Athfal (RA) hingga Madrasah Aliyah (MA). Sementara yang dapat insentif sudah punya nomor induk kependidikan (NPK),” jelasnya.

Ditegaskannya, untuk penjaringan atau pengrekrutan guru sertifikasi itu semua ditentukan Kemenag pusat, sehingga kebutuhan dan proses seleksi merupakan wilayah pusat.

“Itu nanti prosesnya langsung dihitung dari Simpatika, jika sudah waktunya dan memenuhi syarat maka langsung terpanggil mengikuti seleksi,” paparnya.

Salah satu guru madrasah di Sumenep Ali Wafa mengaku, TPG seharusnya sudah bisa dicairkan. Namun tahun ini inseftif itu masih belum ada kejelasan soal realisasi pencairannya.

“Saya sendiri biasanya dapat, dan pertengahan tahun biasanya sudah cair, tetapi guru swasta memang seperti itu, terkesan kurang diperhatikan,” papar dia. (ara/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *