Ribuan PJU Padam, Tagihan Listrik di Sampang Masih Tinggi

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) JANGGAL: Meski penerangan jalan umum (PJU) di wilayah perkotaan dipadamkan sejak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPPM), tagihan seperti tarif biasa.

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Pemadaman lampu penerangan jalan umum (PJU) di Kabupaten Sampang selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), tentunya mengurangi beban tagihan listrik. Namun, fakta di lapangan tagihan listrik semakin tinggi.

Informasi yang dihimpun Kabar Madura, selama sebulan PJU dipadamkan tidak mengurangi biaya pembayaran listrik. Padahal, PJU yang dipadamkan sebanyak 6.800 titik se Kabupaten Sampang. Namun, tagihan masih sebesar Rp495 juta.

Bacaan Lainnya

Jumlah tagihan itu, merupakan kalkulasi selama satu bulan terakhir. Sehingga, pemerintah tetap harus membayar sebesar Rp495 juta kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN). Bahkan, kenaikan beban malah terjadi selama dua bulan terakhir.

Kasi Teknik Sarana Prasarana (TSP) Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sampang Hery Budiyanto mengatakan, tagihan listrik tersebut tidak wajar. Sebab, masih tergolong tinggi dengan jumlah PJU yang dipadamkan.

“Kami sempat komplain ke pihak PLN dan mempertanyakan kenapa biaya tetap tinggi. Padahal, PJU sudah banyak dipadamkan. Namun, hasilnya tagihan tetap harus dibayar sesuai perhitungan,” ujarnya, Kamis (19/8/2021).

Dia mengungkapkan, PLN berdalih perhitungan biaya sudah benar. Bahkan diakui, jika penagihan berdasarkan hitung-hitungan secara rinci dan teliti. Sehingga, PLN tidak merasa biaya yang harus ditanggung pemerintah janggal.

Pihaknya memaparkan, pemadaman PJU dilakukan setelah keluar surat edaran (SE) bupati. Bahkan, sudah cukup lama pemadaman dilakukan hingga saat ini. “Kami tetap menilai tagihan listrik saat PPKM tidak wajar. Karena banyak PJU mati kalau malam hari. Pukul 20.00 sudah dipadamkan sampai pukul 05.00. Selisihnya hanya sedikit dengan pemakaian normal,” paparnya.

Sementara itu, pihak PLN belum bisa dikonfirmasi. Meski didatangi langsung ke kantornya , tidak bisa memberikan keterangan dengan alasan masih rapat. “Maaf mas di dalam masih ada rapat,” dalih salah satu staf di PLN. (man/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *