oleh

Ricuh, Pilkades PAW di Sampang Tunggu Hasil Musyawaroh

Kabarmadura.id/SAMPANG – Pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) pergantian antar waktu (PAW) di Desa Gunung Maddah, Kecamatan Sampang Rabu (27/3), terpaksa diberhentikan karena ricuh saat prosesi penghitungan surat suara. Semua logistik pilkades diamankan ke kantor Kecamatan setempat, karena kondisi di lapangan tidak memungkinkan untuk dilanjutkan.

Informasi yang dihimpun Kabar Madura, sebelumnya, panitia pemilihan kepala desa (P2KD) menetapkan jumlah calon kepala desa (Cakades) PAW Gunung Maddah Sampang berjumlah dua orang, atas nama Soekandar (1) dan Moh. Saleh (2). Sedangkan jumlah pemilih sebanyak 72 orang, yang terdiri dari perwakilan masing-masing dusun, BPD dan aparat desa.

Adapun perolehan hasil perhitungan sementara, untuk cakades nomor 1 33 suara dan cakades nomor 2 memperoleh 36 suara. Kemudian surat suara tidak sah berjumlah 1 surat suara sedangkan dua surat suara masih belum bisa dihitung karena kondisi masih memanas.

Saat dikonfirmasi, Wakapolres Sampang Kompol Suhartono memaparkan, pengamanan semua logistik Pilkades PAW di Desa Gunung Maddah itu karena kondisi di lapangan tidak memungkinkan. Logistik yang diamankan ke kantor Kecamatan berupa surat suara, kotak surat suara, form penghitungan surat suara sementara, laptop dan sejumlah perlengkapan logistik lainnya.

Atas kondisi pilkades yang ricuh, pihaknya langsung mengambil alih kemanannya. Baik keamanan logistik maupun lainnya untuk diamankan ke Kecamatan Sampang.

“Semua logistik pilkades kami amankan ke kecamatan. karena di lokasi pelaksanaan pilkades sudah tidak memungkinkan untuk dilanjutkan, pihak panitia desa tidak sanggup, karena ketegangan semakin memanas,” paparnya kepada awak media.

Ia menceritakan, pemicu terjadinya kericuhan adalah saat proses penghitungan surat suara Pilkades PAW Gunung Maddah sedang berlangsung itu, karena ada salah satu saksi  dari cakades merasa tidak terima. Sedangkan puncak kekisruhannya terjadi setelah hanya tersisa dua surat suara yang hendak dihitung.

“Proses pemungutan berlangsung berjalan normal, penghitungan juga normal sampai hingga terhitung 70 surat suara atau sisa dua surat suara di dalam kotak. Perolehan suara antar calon saling mengejar, dan hasil sementaranya selisihnya tipis. Nah saat itu, saksi nomor urut satu menggebrak kotak surat suara hingga pecah, sehingga timbul ricuh,”ceritanya.

Atas situasi tersebut, pihaknya meminta panitia Kecamatan, P2KD dan kabupaten agar segera menggelar rapat koordinasi supaya ditindaklanjuti.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sampang Malik Amrullah menjelaskan, hingga berita ini ditulis, proses musyawarah dan mediasi masih sedang berlangsung. Pihaknya mengaku hanya sebatas menjembatani, karena Pilkades PAW itu merupakan ranah P2KD.

”Proses masih berlangsung, langsung konfirmasi ke P2KD, kami hanya sebatas menjembatani,”singkatnya.

Sementara itu, pihak P2KD pilkades PAW Desa Gunung Maddah belum bisa dimintai keterangan, hingga berita ini diterbitkan.

Untuk diketahui, Pilkades PAW Desa Gunung Maddah, Kecamatan Sampang dilakukan karena kades yang menjabat sebelumnya meninggal dunia, sedangkan sisa masa jabatan lebih dari satu tahun. (sub/pai)

Komentar

News Feed