oleh

Ringankan Beban Ekonomi Keluarga dengan Usaha Aksesoris HP

Kabarmadur.id/SAMPANG-Menjadi seorang kuli tidak menjadi hambatan untuk mencapai kesuksesan. Hal itu dibuktikan oleh Moh. Zuhdi yang saat ini sudah memiliki usaha di bidang aksesoris handphone (hp) di Surabaya.

Kepada Kabar Madura, pria asal Desa Gunung Eleh, Kecamatan Kedungdung itu, menceritakan, sebelum menikmati sukses di bidang usaha penjualan aksesoris handphone, pria 29 tahun itu harus menjual sepeda motor kesayangannya seharga Rp11 juta.

Uang hasil penjualan sepeda motor itu, kemudian ditambah dengan hasil tabungan selama menjadi kuli bangunan sebesar Rp4 juta.

Bermodal uang seadanya itu, Zuhdi mencoba peruntungan dengan merantau ke kota metropolitan Surabaya. Di kota besar itu, Zuhdi yang tidak mempunyai keterampilan khusus, mencoba berbagai macam usaha, hingga takdir membawanya sukses di bidang usaha aksesoris handphone.

Meski hanya menekuni usaha aksesoris handphone, penghasilan Zuhdi cukup untuk membantu penghidupan keluarganya. Bahkan, dari hasil usahanya itu, dia mampu membangun satu unit rumah untuk kedua orang tua dan saudaranya di desa tempat dia dilahirkan.

Tidak hanya itu, Zuhdi juga mampu mebantu saudara-saudaranya yang masih mengenyam pendidikan di Madura. Saat ini, dia bisa menanggung biaya pendidikan satu adiknya, yang kuliah di IAIN Madura, serta tiga saudaranya yang masih sekolah SMA dan SMP.

“Alhamdulillah, semua ini berkat dukungan dari ibu dan bapak, beserta istri, dan tidak lupa kakak tertua saya, Hodawi yang selalu mendampingi saya. Berkat usaha ini juga saya bisa bantu kebutuhan adik-adik saya yang sekolah di Madura, semoga saja ini barokah,” ungkapnya, Kamis (20/8/2020).

Semulah Zuhdi mengaku tidak pernah punya niatan untuk membuka usaha aksesoris handphone secara mandiri. Dia hanya fokus mengemban tanggung jawab sebagai kuli angkut di salah satu perusahaan aksesoris handphone di Surabaya.

Kecenderungannya memiliki pemikiran “orang desa dan anak dari petani tidak mungkin bisa sukses”, sempat membuat dirinya takut untuk membuka usaha secara mandiri. Namun, saat berkat dorongan keluarga, serta doa restu dari kedua orang tua, dia mencoba peruntungan dengan membuka usaha mandiri.

Alhasil, dari keuletan dirinya dalam menekuni bidang usaha, dirinya mampu mengubah nasib dari seorang yang serba kekurangan menjadi sosok yang bisa memenuhi kebutuhan keluarganya.

“Semuanya berkat konsisten dalam menekuni usaha, jika tidak ada usaha tidak mungkin. Kuncinya adalah sabar dan tidak mudah menyerah. Hasilnya, dari  tahun 2014 saya masih kekurangan modal usaha, dengan berjalannya waktu akhirnya berkembang, bahkan saya bisa membantu adik saya buka usaha aksesoris handphone juga,” tuturnya. (mal/pin)

Komentar

News Feed