oleh

Risiko Tinggi, Pertahankan Pembelajaran Secara Daring

Kabarmadura.id/Bangkalan– Kementerian Pendidikan Kebudayaan (Kemendikbud) telah mencanangkan proses new normal di ranah pendidikan yang akan dimulai tanggal 13 Juli mendatang. Tetapi, rencana tersebut tidak akan terlaksana di Bangkalan. Pasalnya, Kabupaten Bangkalan sendiri masih menjadi zona penularan dengan tingkat sedang.

Padahal untuk bisa memulai aktivitas belajar secara tatap muka tersebut wilayahnya harus masuk zona warna hijau. Sehingga, Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan memprediksi pada tanggal 13 Juli nanti masih berlangsung daring.

Hal tersebut terlihat karena wilayah Bangkalan sendiri masih menjadi zona dengan warna oranye. Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum dan Penilaian SMP Dinas Pendisikan (Disdik) Bangkalan, Risman Iriyanto menerangkan, karena Bangkalan belum menjadi warna hijau dan pasien covid-19 terus bertambah. Nantinya pembelajaran akan menggunakan daring.

“Jadi pembelajaran dengan status yang belum zona hijau kan masih dilarang (masuk tatap muka,red ). Jadi kemungkinan akan tetap daring,” ungkapnya.

Sehingga, pembelajaran tatap muka sementara belum bisa dilaksanakan. Meski begitu, jika nantinya Bangkalan bisa menerapkan pembelajaran tatap muka. Tetapi, prosesnya tidak akan seperti biasa yakni pembelajaran dengan full anak dan jam seperti biasa.

“Setiap kelas akan hanya ada 18 siswa, nanti siswa hanya akan masuk selama 3 hari, 4 hari libur,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Disdik Bangkalan Bambang Budi Mustika mengungkapkan, secara umum menyiapkan panduan untuk guru dan siswa dalam kebijakan new normal. Panduan baru tersebut akan disosialisasikan sebelum aktifitas sekolah kembali dimulai.

Bambang menjelaskan, proses belajar mengajar di situasi normal biasanya efektif selama enam jam. Namun, ditengah wabah Covid-19 ini waktu belajar akan efektif selama 4 jam tanpa waktu istirahat.

“Kami sudah siapkan panduannya dan akan disosialisasikan ke sekolah-sekolah,” tuturnya.

Masih menurut Bambang, Siswa akan diwajibkan membawa bekal makanan ataupun camilan dari rumah. Sehingga, tidak jajan di luar sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Juga, siswa harus membawa dan memaki masker ketika pembelajaran berlangsung.

Dia juga menuntut, kreatifitas para guru lebih ditingkatkan dengan masa pembelajaran hanya selama empat jam. Katanya, setiap dua pertemuan dengan materi yang sama harus dimaksimalkan oleh para guru. Jadi, kurikulum bisa tercapai meski tidak sempurna.

Bambang mencontohkan, hari ini separuh siswa di kelas mendapatkan materi tentang berhitung. Maka, pada hari berikutnya dengan separuh siswa lainnya, materinya sama yakni berhitung.

“Siswa masuk sekolah bergantian. Separuh hari ini dan separuh hari berikutnya. Agar tidak terjadi penumpukan di sekolah,” tandasnya. (ina)

Komentar

News Feed