ROAD RACE BUPATI CUP, Pemkab Pamekasan Harapkan Pembalap Go International

  • Whatsapp
BALAPAN: Inspektur Inspektorat Pamekasan Mohammad Alwi Mohammad Alwi mewakili bupati Pamekasan didampingi Ketua IMPAS Sapto Wahyono melepas para pembalap ditandai dengan mengibarkan bendera.

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Pegelaran Road Race Bupati Cup Open Tournament 2019 se-Jawa Timur yang diselenggarakan pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan berlangsung meriah.

Balap motor yang selalu dilakasankan setiap tahun tersebut, diikuti oleh 146 peserta dan 226 starter delegasi dari setiap kabupaten/kota di Jawa Timur.

Even terebut dilepas langsung oleh Bupati Pamekasan Baddrut Tamam yang di diawakili oleh Inspektur Inspektorat Pamekasan Mohammad Alwi dan dididampingi oleh Ketua Ikatan Motor Pamekasan (IMPAS) Sapto Wahyono.

Menurut Mohammad Alwi, ajang bergengsi yang diadakan oleh Pemkab Pamekasan ini, merupakan bagian dari pembinaan pembalam muda dan tempat bagi para pembalap untuk menyalurkan semua potensinya di bidang balapan.

Khususnya, memberi ruang berekspresi bagi para jagoan balap asal Pamekasan dan Madura pada umumnya.

“Acara dalam rangka bupati cup, intinya kami aingin memberikan ruang kepada para pembalap kita, local Pamekasan, Madura maupun Jawa Timur untuk berkompetisi, agar keinginan mereka bisa tersalurkan secara resmi, bukan hanya balapan di luar, jadi kita wadahi dan berikan kesempatan untuk unjuk kebolehan,” paparnya.

Even bergengsi yang dilaksanakan di Jalan Jokotole dengan sirkuit sepanjang 900 meter tersebut, diharapkan sebagai cikal bakal lahirnya pembalap lokal yang bisa bersaing di level nasional maupun international.

“Mudah-mudahan nanti bisa terpilih pembalap-pembalap yang bisa go international,” imbuhnya.

Ada yang menarik dalam ajang bupati cup ini, para umbrella girl (gadis payung) yang terlihat untuk mendampingi para pembalap tersebut memakai pakaian batik yang dibalut dengan hijab. Tujuannta, supaya semangat promosi batik Pamekasan yang tampak melekat dalam even besar tersebut.

“Umberella Girl dalam even kali sengaja memakai pakaian batik, dan sopan artinya juga berhijab, ini nuansa baru bagi kita, mudah-mudahan ketika dishare di media, nuansa batik ada di situ, kami ingin berjualan di situ,” tegasnya.

Selain itu, even tersebut juga mampu merangsang peningkatan perekonomian. Salah satunya dengan meningkatnya hunian di hotel-holel yang tersebar di Pamekasan, bisa bertambah dan otomatis akan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak.

“Dengan adanya bupati cup ini, tingkat hunian hotel bagus, peminatnya tinggi, kemudian juga sektor UKM kita juga bergerak, uang yang beredar di Pamekasan bergerak, harapannya di situ,”

Dia juga berharap untuk road race tersebut mempunyai lapangan yang representatif agar bisa digunakan oleh para  pembalap yang berasal dari Pamekasan.

“Mudah-mudahan kita segera memiliki lokasi roadrace yang representatif dan permanen,” pungkasnya. (rul/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *