Rohis Menangkal Radikalisme  

  • Whatsapp

Peresensi         : Supadilah (Guru di SMA Terpadu Al Qudwah, Banten)

Pelajar perlu memperbanyak aktivitas positifnya di sekolah. Hal ini untuk menghindarkan dari berbagai kemungkinan pengaruh negative seperti narkoba, rokok, tawuran, atau terpapar paham radikal. Hal terakhir yang sedang mengemuka dan menjadi perbincangan yang hangat di seantero Indonesia.

Dengan belajar memahami ajaran Islam yang baik, dapat menghindarkan pelajar dari tindak-tindak negatif. Rohis pun menjadi alternatif terbaik. Namun kegiatan itu hendaknya dikelola dengan baik. Seperti yang disampaikan Ali bin Abi Thalib, “Kebaikan yang tidak terorganisir akan dikalahkan dengan keburukan yang terorganisir’. Buku ini merupakan panduang mengelolo Rohis agar organisasi sekolah itu berjalan dengan manejemen yang rapi.

Usia muda merupakan usia yang sangat produktif tapi juga sangat rentan. Sehingga tepatlah memberikan pemahaman mendasar lewat Rohis. Kegiatan di Rohis diyakini dapat membentengi diri sekaligus menghindarkan dari berbagai paparan negatif dari luar. Untuk membentuk dan mengelola Rohis, perlu ada manajemen yang baik. AD/ART Rohis perlu disiapkan dan dikuatkan sebagai arah jalan. Rekrutmen pengurus dijalankan dengan rapi dan teratur. Untuk pemilihan pemimpin, buku ini menuliskan, di antara kriteria utama calon ketua umum Rohis adalah memiliki pemahaman agama Islam yang cukup memadai, memiliki kapasitas untuk mendakwahi atau mengajak teman-temannya, kemampuan melayani dan mengurus kebutuhan siswa.

Secara umum terdapat dua jenis dakwah. Dakwah umum seperti penyambutan siswa baru, penyuluhan problem remaja, perlombaan, kegiatan seni yang Islami, membuat mading atau kursus membaca Alquran. Selain itu ada dakwah khusus seperti mabit diskusi bedah buku atau kelompok mentoring.

Kehidupan kita semakin mengkahwatirkan. Kenakalan remaja semakin meningkat, moralitas semakin memburuk, akhlak semakin menurun. Hal ini terjadi di setiap daerah di negeri kita. Arus informasi yang semakin cepat seringkali menghadirkan pertarungan paham atau isme-isme seperti liberalisme dan radikalisme.

Sekolah harus dapat berfungsi sebagai wadah yang tidak hanya mencerdaskan intelegensi mereka akan tetapi juga dapat membantu kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual mereka. Itu pula yang penting untuk dimiliki sebagai calon pemimpin.

Hasil penelitian menyimpulkan bahwa siswa/mahasiswa tidak antri NKRI, 85 % mereka setuju demokrasi adalah sistem yang terbaik, 90,16 % setuju bahwa pengamalan Pancasila dan UUD 1945 adalah sejalan dengan amalan Islam (hlm 105). Kiranya Rohis menjadi jawaban atas tudingan Rohis menjadi cikal paham radikalisme. Sebuah tuduhan ngawur yang berniat membunuh tunas-tunas bangsa.

Judul Buku      : Pedoman Pembinaan Rohis Di Sekolah dan Madrasah

Penulis             : Nasrullah Nurdin (Badan Litbang & Diklat Kemenag RI)

Penerbit           : Emir (Imprint Penerbit Erlangga)

Cetakan           : 2019

Tebal               : xx+153 halaman

NISN              : 978-602-093-583-6

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *