oleh

Rokok Ilegal di Madura Rugikan Negara Rp3,1 M

Kabarmadura.id/Pamekasan-Keberadaan rokok ilegal di wilayah kerja Kantor Pengawasan Dan Pelayanan Bea Cukai Madura, sangat mengkhawatirkan. Bahkan, setiap tahun negara harus mengalami kerugian hingga miliaran rupiah akibat peredaran rokok tanpa pita cukai tersebut.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Madura Yanuar Calliandra mengungkapkan, kegiatan pemusnahan rokok ilegal pada 2019 menjadi sejarah terbesar dalam operasi yang dilakukan oleh pihaknya. Pemusnahan itu lanjut dia, merupakan hasil sita barang bukti rokok ilegal setelah serangkaian penindakan yang dilakukan di bidang cukai berupa hasil tembakau (rokok) di empat kabupaten di Pulau Madura.

“Kami terus berupaya memberantas peredaran rokok ilegal,” paparnya, Rabu (5/2/2020).

Lebih lanjut dirinya menyampaikan, barang bukti 6,8 juta batang rokok ilegal hasil penindakan selama 2019 di empat kabupaten, merupakan salah satu aksi nyata dalam menciptakan perlakuan yang adil bagi industri rokok, utamanya bagi para pengusaha yang telah mematuhi segala ketentuan dan membayar cukai sesuai kewajibannya.

Sehingga kata dia,  dari hasil penindakan di bidang cukai yang dilakukan, pihaknya menkasir kerugian negara akibat peredaran rokok ilegal itu sebesar Rp2,5 miliar. Adapaun yang telah menjadi Barang Milik Negara (BMN) yakni periode 20 Desember 2018 sampai 27 November 2019 sebanyak 6.227.884 batang rokok ilegal dengan taksiran kerugian sebesar Rp3,1 Miliar.

Dia juga menambahkan, selain menyita jutaan batang rokok ilegal, pihaknya juga menyita satu unit mesin pelinting rokok yang saat ini menjadi barang bukti di pengadilan.

Pihaknya berharap, dalam upaya menggempur rokok ilegal, pihaknya sudah menggandeng empat pemerintah kabupaten di Madura, untuk bisa memberikan pembinaan dengan cara sosialisasi terhadap kesadaran aturan, serta memproses izin rokok secara resmi.

“Sinergi dengan pemerintah di empat kabupaten juga sangat penting dan diperlukan untuk berkolaborasi memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat,” pungkasnya. (rul/pin)

Komentar

News Feed