oleh

Rp1 Miliar Disiapkan Untuk Revitalisasi Pasar Proppo

Kabarmadura.id/PAMEKASAN – Pemerintah Kabupaten Pamekasan, terus memperbaiki sistem perekonomian masyarakat. Salah satu bentuk upaya yang dilakukan dengan melakukan revitalisasi sejumlah pasar tradisional. Setelah sebelumnya, pemerintah menggerojok revitalisasi pasar 17 Agustus dengan total anggaran Rp1,8 miliar, kali ini giliran Pasar Proppo yang digerojok Rp1 miliar.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Bambang Edy Suprapto melalui Kepala Seksi (Kasi) Sarana Dan Prasarana (Sarpras) Firman mengatakan, kegiatan revitalisasi itu dilakukan untuk meningkatkan sarana dan prasarana, serta kelengkapan di pasar tradisional Proppo.

Nantinya, anggaran Rp1 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2019 itu, akan dimanfaatkan untuk rehab gedung, serta sarana pasar yang selama ini dikeluhkan masyarakat. Terlebih, kondisi sejumlah kios di pasar tersebut sudah sangat memperihatinkan.

“Semua pasar bakal dilakukan revitalisasi atau pengembngan, namun saat ini anggaran tidak bersahabat,” katanya, Minggu (19/5).

Kondisi Pasar Proppo memang sangat memperihatinkan. Berdasarkan informasi dari warga sekitar, sejumlah bangunan pasar yang berada di Kecamatan Proppo itu sudah mulai runtuh, bahkan, saat hari pasaran, banyak pedagang yang meluber ke jalan, lantaran tempat berjualan dinilai sudah tidak layak.

“Pasar kecamatan proppo itu tampak kumuh dan butuh pembangunan atau revitalisasi,” terang Sipul, salah satu warga yang biasa berbelanja di pasar tersebut.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Pamekasan Apik mengatakan, penataan dan juga revitalisasi pasar tradisional menjadi langkah tepat untuk menjaga eksistensi pasar tradisional. Maka dari itu, pihaknya meminta agar pemkab terus melakukan perbaikan di semua pasar tradisional.

Dia berharap dana yang sudah dianggarkan bisa terserap secara maksimal untuk pengembangan pasar tradisional. Sebab, jika tidak demikian, maka revitalisasi fasilitas pasar tentu tidak akan maksimal.

“Pasar juga termasuk penambah PAD, maka harus direvitalisasi, penataan dan fasilitas pasar,” pungkasnya. (km45/pin)

Komentar

News Feed