Rp12 M Insentif Nakes di Bangkalan Hanya Terserap Rp2,8 M

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) KURANG OPTIMAL: Serapan anggaran insentif tenaga kesehatan (nakes) di Bangkalan masih dibawah 50 persen dari total anggaran sebesar Rp12 miliar.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Insentif tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas memberikan penanganan Covid-19 belum rampung terbayarkan. Hingga saat ini, anggaran nakes yang dialokasikan sebesar Rp12 miliar masih terserap Rp2,8 miliar. Alasannya, terkendala oleh sistem informasi pemerintahan daerah (SIPD) dan adanya refocusing.

“Karena terkendala SIPD dan refocusing. Tapi bukan menjadi penekanan sebagai masalah baru pencairan insentif nakes ini,” ujar Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bangkalan Abdul Aziz, Selasa (29/6/2101).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, bulan Mei lalu penyerapan anggaran secara umum memang tidak maksimal. Baik insentif nakes, maupun serapan anggaran lainnya. Namun, melalui surat pemberitahun terhadap setiap organisasi perangkat daerah (OPD) mendesak agar melakukan penyerapan anggaran dari hasil refocusing secara maksimal.

“Tidak hanya insentif, anggaran penanganan Covid-19 juga belum terserap. Terus, untuk PPKM Mikro dan kelurahan juga belum cair,” ucapnya.

Pihaknya enggan menjelaskan secara detail mengenai idealnya insentif nakes yang harus diserap hingga bulan Juni. Sebab, seluruh data berada di Dinas Kesehatan (Dinkes). Namun yang jelas, besaran insentif nakes di setiap daerah tidak sama. Yakni, mengikuti aturan sesuai Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor HK.01.07/MENKES/4239/2021 tentang Pemberian Insentif dan Santunan Kematian bagi Tenaga Kesehatan yang Menangani Covid-19.

Terpisah, Wakil Bupati (Wabup) Bangkalan Mohni menuturkan, Bangkalan menjadi salah satu daerah yang belum menyelesaikan pembayaran. Namun, semua daerah kemungkinan besar juga tidak menunggak pemberian insentif.  “Dari dana refocusing pusat kembali lagi ke daerah,” ujarnya usai melakukan rapat percepatan realisasi insentif nakes daerah dengan Kemenkes melalui video conference (Vidcon) di Pendopo Bupati. (ina/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *