Rp1,3 M untuk Pelaksanaan Tes SKD di Bangkalan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) FANTASTIS: Anggaran yang dipersiapkan untuk pelaksanaan tes standar kompetensi dasar calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun ini mencapai miliaran rupiah.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN  –  Sarana dan prasarana (sarpras), seperti komputer dan gedung tes standar kompetensi dasar (SKD) untuk seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) mulai dipersiapkan. Tidak tanggung-tanggung, anggaran yang dibutuhkan untuk pengadaan sarpras tersebut mencapai Rp1,3 miliar.

Dana tersebut, untuk penggunaan tes SKD dan penyewaan gedung serta penyediaan komputer. Sedangkan, prealisasiannya akan menggandeng pihak ketiga. Hal tersebut diungkapkan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Aparatur (BKPSDA) Bangkalan Roosli Soelihariyono, Minggu (29/8/2021).
“Kami juga sudah sediakan panitia pelaksana atau sumber daya manusia (SDM) tes SKD sebanyak 60 orang. Nanti itu bergabung dengan tenaga dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Provinsi Jatim,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Namun, hingga saat ini pihaknya belum bisa memastikan jadwal pelaksanaan tes berikutnya.  Sebab, hasil koordinasi baik BKN pusat maupun Provinsi Jatim belum ada kepastian kapan. Awalnya, pengumuman tes SKD akhir bulan ini. Tetapi, informasi terbaru diundur bulan September dengan alasan saat ini untuk Jawa, Madura dan Bali masih menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

“Kami akan segera umumkan kalau sudah ada informasi resmi dari BKN. Kemarin, awalnya pengumuman akhir Agustus ini,” ucapnya.

Dia menjelaskan, selama rekrutmen CPNS dan PPPK dibuka banyak masyarakat yang menghubungi. Mereka ingin menitipkan proses seleksi CPNS dan PPPK. Namun, pihaknya menolak titipan tersebut. Sehingga, langsung arahkan untuk melakukan proses pendaftaran sesuai dengan syarat yang sudah diumumkan.

“Langsung saya tolak, saya minta untuk ikuti prosesnya. Administrasi, tes SKD dan terakhir tes SKB. Karena tidak ada seperti itu, semua prosesnya online. Mau minta tolong ke siapapun tidak bisa, banyak kok yang minta tolong ke saya,” jelasnya.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Setkab Bangkalan Taufan Zainsyah juga mengingatkan para peserta CPNS dan PPPK agar menjadi pelamar yang smart. Sebab, tidak ada yang namanya peserta titipan untuk diloloskan. Terlebih, percaya pada calo yang menjanjikan bisa lolos dengan membayar uang tunai yang sudah ditentukan.

“Semua online, langsung tes terpusat dengan BKN pusat. Jadi tidak ada seperti itu, jadilah CPNS yang pintar, yang bisa memilah dan memilih,” responnya.  (ina/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *