Rp1,4 M Dana Banpol di Sampang Anti Refocusing

  • Whatsapp
(FOTO: KM/DOKUMEN) TAK BERDAMPAK: Pemkab Sampang setiap tahun mengucurkan dana bantuan politik (banpol) Rp1,4 miliar ke setiap partai politik di Sampang.  

KABARMADURA.ID, SAMPANGRefocusing anggaran belanja daerah yang gencar dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang untuk penanganan wabah Covid-19 dipastikan tidak menyentuh pagu dana bantuan partai politik (banpol) sebesar Rp1,4 miliar per tahun. Dana tersebut, untuk 11 parpol penerima.

Informasi yang dihimpun Kabar Madura, besaran bantuan setiap parpol disesuaikan dengan perolehan suara sah pada saat pemilihan kepala daerah (pilkada) dan pemilihan legislatif (pileg) kemarin. Setiap suara sah, dihargai Rp1.976 rupiah.

Ketua LSM Jaka Jatim Koorda Sampang Busiri menilai, keberadaan dana banpol yang rutin dikucurkan oleh pemerintah tidak memiliki dampak signifikan. Baik terhadap peningkatan kualitas masyarakat dan kemajuan daerah. Sebab, bantuan itu disinyalir kerap tidak direalisasikan sebagaimana mestinya sesuai petunjuk teknis (juknis) yang ada.

“Semisal untuk pendidikan politik dan semacamnya, tetapi terkesan hanya asal terserap,” ujarnya, Kamis (26/8/2021).

Untuk itu, dirinya menyarankan agar banpol Rp1,4 miliar per tahun bisa dialihkan dan difokuskan terhadap penanganan Covid-19 dan membantu masyarakat yang benar-benar terdampak pandemi. “Kami melihat, kucuran banpol Rp1,4 M per tahun ini belum memberikan dampak yang jelas, malah anggaran miliran ini terkesan hanya asal terserap, namun kenapa tidak direfocussing?,” kesalnya.

Dia menguraikan, setiap parpol penerima dana harus jelas outputnya. Untuk itu, harus ada penekanan dari pemerintah. Sehingga, dana banpol bisa direalisasikan dan dipertanggungjawabkan secara transparan serta bisa memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat.

“Tidak hanya dinikmati oleh oknum. Jika banpol ini memang untuk pendidikan politik dan pengkaderan partai, tapi mana apa hasil dan dampaknya selama ini? padahal dana yang dihabiskan mencapai miliaran per tahunnya,” bebernya.

Menanggapi hal itu, Kabid Hubungan Antar Lembaga Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Sampang Abd. Rahem menjelaskan, peruntukan dana pada dasarnya sebagai stimulus, meliputi operasional, pengkaderan dan lain semacamnya. Ketentuan tersebut diatur dalam juknis penggunaan dana banpol dan regulasi yang ada.

Rahem membeberkan, kucuran banpol selama ini tidak pernah ada masalah. Bahkan,  semua parpol sudah mengikuti juknis yang ada dalam perealisasiannya. Hanya saja, pihaknya tidak bisa menguraikan secara jelas dan gamblang terkait output dari dana miliaran tersebut.

“Dana banpol aman dari refocusing, karena juga bisa diperuntukkan untuk penanganan Covid-19 di internal parpol dan membantu masyarakat. Kalau soal dampaknya, masyarakat sudah bisa menilai sendiri, kami hanya memfasilitasi proses administrasi, mulai proses pencairan dan pelaporannya,” responnya. (sub/ito)

Grafis Parpol Penerima Banpol

PARPOL PENERIMA PEROLEHAN SUARA PEROLEHAN KURSI PAGU ANGGARAN
PKB 148.490 7 Rp293 juta
P. GERINDRA 73.272 5 Rp144 Juta
PDI-P 22.868 2 Rp45 Juta
P. GOLKAR 73.092 4 Rp144 Juta
Partai Nasdem 106.651 6 Rp210 Juta
PKS 63.767 3 Rp125 Juta
PPP 87.749 7 Rp173 Juta
PAN 50.551 3 Rp99 Juta
P. HANURA 38.486 2 Rp76 Juta
DEMOKRAT 62.016 5 Rp122 Juta
PBB 18.767 1 Rp37 juta

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *