Rp15 Miliar, Dinkes Pastikan Semua Puskesmas Mendapatkan Dana Pembangunan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/JAMALUDDIN) PROYEK: Pembangunan puskesmas di Kabupaten Sampang akan dilakukan secara bertahap. 

KABARMADURA.ID, SAMPANG, KEDUNGDUNG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sampang, tahun 2021 mendapatkan dana alokasi khusus (DAK) afirmasi dari pemerintah pusat sebesar Rp15 miliar. Dana itu, dipergunakan untuk merenovasi bangunan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) yang berada di dua kecamatan. Yakni,Puskesmas Kecamatan Kedungdung dengan pagu anggaran Rp7 miliar, dan Puskesmas Kecamatan Sreseh dengan pagu anggaran Rp8 miliar.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes Kabupaten Sampang Agus Mulyadi mengatakan, setiap tahun bangunan puskesmas dilakukan renovasi, guna meningkatkan pelayanan yang lebih maksimal dan memenuhi standar. Sehingga, tahun 2021 terdapat dua puskesmas yang akan direnovasi. Pembangunan tersebut, merupakan tindak lanjut dari tahun sebelumnya.

Selain itu, pembangunan puskesmas berpedoman pada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas. Sehingga, sudah seharusnya dalam meningkatkan pelayanan yang baik kepada masyarakat, bangunannya harus direnovasi. “Tahun ini, ada dua Puskesmas yang akan direnovasi, untuk dananya bersumber dari DAK. Dan untuk renovasi bangunan itu, kami lakukan setiap tahun,” tuturnya, Senin (18/01/2021).

Lebih lanjut, setiap tahun akan merenovasi bangunan puskesmas, untuk pembangunannya harus menunggu tahapan berikutnya. Dipastikan, semua puskesmas akan direnovasi, agar masyarakat yang datang merasa nyaman dan aman. Selain itu, dengan direnovasinya bangunan dan memenuhi standar, nantinya pasien tidak perlu dirujuk ke rumah sakit umum.

“2018 lalu pemkab merenovasi Puskesmas Camplong dan Robatal, 2019 Puskesmas Banyuates, Bringkoning dan Batu Lengir Kecamatan Sokobanah, 2020 Puskesmas Jrangoan dan Jrengik. Jadi lainnya, menunggu tahapan selanjutnya,” tegasnya.

Sementata itu, Kepala Puskesmas Kecamatan Kedungdung Sampang, Zahruddin menyampaikan, kondisi bangunan puskesmas sudah selayaknya direnovasi. Sebab, banyak bangunan yang rusak. Seperti, atap plafon di pintu depan atau pintu masuk puskesmas juga sudah rusak dan bolong. Sehingga ia berharap, program renovasi itu segera terealisasi, agar masyarakat yang hendak berobat merasa aman dan nyaman.

“Dari dulu kami sudah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, dengan pelayanan bersinar (ramah tamah, murah senyum). Dan untuk area puskesmas, kami hias semenarik mungkin meski itu dari bahan-bahan sederhana,” pungkasnya. (mal/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *