oleh

Rp1,7 M Insentif Nakes Puskesmas di Pamekasan Belum Dicairkan

Kabarmadura.id/Pamekasan–Insentif untuk tenaga kesehatan (nakes) pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) hingga saat ini belum bisa dicairkan. Hal itu disebabkan, tahap verifikasi pengajuan dari belum diselesaikan. Akibatnya, insentif senilai Rp1,7 miliar yang menjadi hak nakes tidak kunjung dicairkan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan Achmad Marsuki melalui Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinkes Afira mengungkapkan, selama ini keputusan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI berubah-ubah. Bahkan sejak bulan Mei lalu sedikitnya telah tiga kali Kemenkes mengeluarkan edaran.

Anggaran yang disiapkan pemerintah untuk nakes di puskesmas sebesar Rp5 miliar, namun belum bisa dicairkan. Hal itu lantaran proses verifikasi yang yang belum selesai. Dari data yang diajukan, tercatat pada bulan Maret terdapat 279 nakes dari 21 puskesmas yang diajukan mendapatkan insentif.

Kemudian pada bulan April tercatat sebanyak 331 nakes, dan pada bulan Mei sebanyak 85 nakes yang belum mendapatkan haknya. Total insentif yang diajukan sebesar Rp1,7 miliar.

“Pemerintah pusat kewalahan memverifikasi, sebab datanya banyak sekali. Sementara kami ingin dicairkan secara bersamaan,” ungkapnya, Minggu (26/7/2020).

Dirinya menyampaikan, dari seluruh data yang diajukan, hanya lima puskesmas yang telah selesai diverifikasi oleh Kemenkes. Sementara lainnya tidak diverifikasi. Afira meyakini tidak diverifikasinya sisa data yang diajukan karena banyaknya data yang harus diverifikasi oleh Kemenkes.

Sehingga sisa data yang belum diverifikasi dikembalikan lagi kepada Dinkes agar diteliti ulang. Namun setelah selesai diteliti dan telah diyakini benar, maka  sudah bisa melakukan pencairan ke Badan Keuangan Daerah (BKD) Pamekasan.

Adapun besaran insentif yang didapat oleh setiap nakes sebesar Rp5 juta. Namun harus disesuaikan dengan masa tugas selama menangani pasien Covid-19 di Puskesmas dan jumlah pasien yang dirawat di Puskesmas tersebut.

“Kami diminta meneliti kembali, dan bila sudah diyakini dapat diusulkan pembayarannya kepada BKD,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Syafiuddin berharap, pemkab bisa mempercepat proses verifikasi data agar seluruh nakes di Puskesmas bisa segera menikmati insentif tersebut.

“Saya berharap proses kerjanya dipercepat, jika dananya memang sudah ada ayo segera selesaikan verifikasinya agar nakes itu bisa segera menikmatinya,” harapnya. (ali/pin)

 

 

Komentar

News Feed