Rp1,8 Miliar, PUGar di Pamekasan Fokus ke Fisik

News86 views

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Tahun ini, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pamekasan kecipratan alokasi dana Rp1,8 miliar dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Dana itu akan digunakan untuk program Pemberdayaan Usaha Garam (PUGar). Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Perikanan Budidaya DKP Pamekasan Lutfi Asary, Selasa (12/9/2023). 

Dia mengaku, hingga saat ini realisasi program PUGar masih berad di angka 5 persen. Sebab kegiatannya baru tergelar di bulan September ini. Secara umum, lokasi program PUGar terpetakan sesuai analisis tim konsolidasi dan koordinasi internal instansinya. Sedangkan bentuk program, fokus pada fisik dengan berbagai macam kegiatan.  

Banner Iklan Stop Rokok Ilegal

Seperti, pembangunan jalan produksi, saluran atau irigasi, gudang garam rakyat dan lahan integrasi garam. Untuk mekanismenya, mayoritas penunjukan langsung (PL). Dari beberapa kegiatan tersebut hanya satu program fisik melalui tender. Yakni, pembangunan lahan integrasi di Desa Majungan Kecamatan Pademawu dengan anggaran Rp500 juta. 

Baca Juga:  Karyawan Inginkan Kenaikan UMK Tidak Sekadar Formalitas

“Penerima program koperasi, tapi yang mengerjakan nanti pihak ketiga, kalau di Majungan  calon penerimanya   Koperasi Segoro Sakti, sedangkan di Desa Padelegan Koperasi Usaha Desa  (KUD) Karya Sakti,” ujarnya kepada Kabar Madura.

Menurutnya, target penuntasan pekerjaan fisik melalui mekanisme PL bukan November. Meski demikian, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dari setiap tahapan pekerjaan. Salah satunya, pengecekan berkala, baik dari konsultan pengawas maupun internal instansinya. Sebab pembangunan tersebut diharapkan bermanfaat bagi kesejahteraan petambak garam. 

“Setiap hari Minggu kami rutin turun ke lapangan, kalau konsultan pengawas setiap hari rutin turun ke lapangan,” ucapnya. 

Baca Juga:  Dinkes KB Sampang Tingkatkan Partisipasi Masyarakat dengan Galakkan Gerakan Ayo ke Posyandu

Pihaknya menegaskan, hingga saat ini progres seluruh pekerjaan baru beranjak di angka 5 persen. Pada dasarnya, tidak ada kendala dari setiap pekerjaan. Hanya saja, seluruh program fisik tersebut memang baru digarap awal September ini. Bahkan, untuk program fisik dengan sistem tender hingga saat ini belum ada pemenangnya. 

 “Sampai saat ini tahapannya masih pembuktian kualifikasi yang berada di tanah Pokja,” tegasnya.  

Pewarta: Khoyrul Umam Syarif

Redaktur: Totok Iswanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *