Rp2 M Disiapkan untuk Kembangkan Potensi Perkebunan di Sampang

  • Whatsapp
(KM.JAMALUDDIN) KEMBANGKAN: Disperta Sampang menyiapkan anggaran senilai Rp2 miliar untuk mengembangkan potensi perkebunan di wilayah setempat.

Kabarmadura.id/Sampang-Dinas Pertanian (Disperta) Sampang, menyiapakan anggaran sebesar Rp2 miliar untuk mengembangkan potensi perkebunan di wilayah setempat. Anggaran yang terbilang fantastis itu, akan disalurkan kepada masyarakat dalam bentuk lima bibit tanaman perkebunan.

Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan Disperta Sampang Nurul Hayati menyampaikan, selain untuk pengadaan bibit tanaman perkebunan, anggaran Rp2 miliar itu juga untuk memberikan pembinaan pada masyarakat, khususnya dalam bidang perkebunan.

Dirinya mengatakan, meski anggaran yang disiapkan terbilang besar, namun pengembangan potensi perkebunan hanya akan diperuntukan bagi daerah yang memiliki potensi perkebunan yang tinggi. Sebab, lima bibit tanaman perkebunan yang disiapkan nantinya, memiliki waktu tanam yang cukup lama, bergantung pada potensi perkebunan yang ada.

“Tidak semua desa yang ada di Sampang bisa merasakan anggaran pengembangan perkebunan Rp2 miliar, kita harus menyesuaikan potensi masing-masing desa,” ungkapnya, Senin (20/1/2020).

Kendati demikian, dirinya menjelaskan, jika penyaluram bantuan pengembangan perkebunan tersebut, sudah sesuai dengan pengajuan dari penyuluh pertanian yang diterjunkan ke desa-desa. Pihaknya mengaku, setiap desa memiliki potensi berbeda dan harus disesuaikan dengan lima komponen bibit perkebunan.

“Jika di desa itu tidak ada perkebunan, dan layak untuk ditanami, berarti tidak ada pengajuan,” ujarnya.

Selain itu dirnya menyampaikan, jika ada desa yang memiliki potensi perkebunan itu, dan masyarakat mau untuk menanam bibit yang ada, pihaknya akan menyalurkan bibit yang sudah disiapkan, serta juga akan memberikan pembinaan.

“Untuk desa yang potensi, kami akan menyalurkan bantuan tersebut sesuai dengan usulan penyuluh,” katanya.

Adapun pengadaan bibit tanaman perkebunan ini kata dia, lebih fokus pada 5 jenis tanaman. Yakni tanaman tembakau, cabe jamu, wijan, kelapa, dan mente. Jenis bibit itu sudah disesuaikan dengan potensi masing-masing desa.

“Potensi desa untuk wijen ini ada di Camplong, Sreseh, dan Karangpenang. Untuk tembakau, cabe jamu, mente, kelapa, itu di daerah utara,” tutupnya. (mal/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *