oleh

Rp200 Juta untuk Penanggulangan Gangguan Reproduksi Ternak

Kabarmadura.id/PAMEKASAN – Salah satu penyebab gangguan reproduksi adalah adanya gangguan fungsional yakni organ reproduksi tidak berfungsi dengan baik. Infertilitas bentuk fungsional ini disebabkan oleh adanya abnormalitas hormonal.

Untuk itulah perlu dilakukan penanggulangan dan pengobatan terhadap gangguan reproduksi (gangrep) sapi betina. Penanggulangan gangrep ini tidak setiap tahun, tetapi bersifat fluktuatif, disesuaikan dengab ketersediaan anggaran.

Pada tahun 2016 tidak ada, 2017 sebanyak 1000 ekor, tahun 2018 tidak ada dan tahun ini sebanyak 400 ekor sapi betina.

Hal itu diungkapkan Kasi P2H (Pengamatan Penyakit Hewan) dan Layanan medik Veteriner Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Pamekasan, Muh. Fachrur Rosi. Menurutnya, untuk teknis di lapangan DKPP punya tim dibagi menjadi 4 UPT, UPT 1 meliputi Kecamatan Waru, Pasean, Batu Marmar. UPT 2  di daerah kecamatan Pakong, Palengaan,  dan Pagantenan. UPT 3 meliputi  Kecamatan Larangan, Kadur, Galis dan Pademawu. Adapun UPT 4 di Kecamatan Pamekasan Tlanakan, Proppo.

“Di tahun 2019, terdiri 400 ekor. Setiap UPT masing-masing dijatah 100 ekor sapi untuk penanggulangan gangrep,” ujarnya, Rabu (20/3).

Dijelaskan, saat ini dalam tahap pendataan di lapangan. Pelaksanaannya direncanakan setelah Pemilu 2019. Adapun anggaran yang disediakan adalah Rp200 juta atau Rp50 ribu per ekor.

Ia menambahkan, sapi betina yang akan diberi obat adalah sapi yang kawin berulang lebih dua kali, namun tidak terjadi reproduksi. Sapinya juga bukan sapi tidak produktif permanen, karena jika tidak produktif secara permanen maka solusinya harus dipotong, tidak bisa diobati lagi.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Pamekasan Apik menyampaikan, program penanggulangan gangrep diharapkan maksimal.

Untuk program ini harus dipantau selama tiga bulan ke depan. Untuk itu ia mengimbau kepada  kalangan peternak yang mendapati hewan ternak mereka mengalami gangrep agar segera melapor ke petugas terdekat.

“Menghubungi Puskeswan terdekat atau datang langsung ke DKPP Pamekasan, karena program ini digulirkan pemerintah untuk membantu peternak dalam mengatasi permasalahan dalam pengembangbiakan sapi yang bagus,” pungkasnya. (km45/pai)

Komentar

News Feed