Rp26 M DBHCHT di Sampang, Hanya Mampu Serap Rp13 M

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ FATHOR RAHMA) PEKERJA KERAS: Petani tembakau di Kabupaten Sampang berharap, harga tetap tinggi meski di tengah pandemi Covid-19.

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Anggaran dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) di Sampang tahun ini cukup fantastis. Hanya saja, pemerintah terkesan kesulitan mengalokasikan kegiatan akibat adanya regulasi baru. Bahkan diprediksi, serapan DBHCHT tidak mencapai 100 persen. Hal ini diungkapkan Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Sekretariat Sampang Juwaini melalui Kepala Sub Bagian (Kasubag) Perekonomian Agus Utomo, Rabu (16/6/2021).

Menurutnya, maksimal serapan DBHCHT tahun ini hanya 50 persen dari anggaran Rp26.868.443.000. Jumlah tersebut, terbilang meningkat sebesar Rp2 miliar dari tahun sebelumnya yang hanya Rp25 miliar. Sedangkan, salah satu indikasi sulitnya mengalokasikan DBHCHT lantaran aturan baru yang mengharuskan tidak untuk kegiatan fisik.

Bacaan Lainnya

“Tahun lalu masih bisa digunakan untuk kegiatan fisik. Tapi untuk sekarang tidak diperbolehkan, karena kami kebingungan kegiatan harus dibentuk apa. Makanya, kami yakin hanya mampu mengalokasikan 50 persen atau sekitar Rp13.434.221.000 dari total anggaran yang ada,” ujarnya.

Pihaknya menuturkan, di tahun 2020 mayoritas anggaran DBHCHT dialokasikan terhadap kegiatan fisik. Yakni, sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia (PMK RI) Nomor 206/PMK.07/2020 tentang Penggunaan, Pemantauan dan Evaluasi DBHCHT. Sehingga, harus ada solusi agar penyerapan DBHCHT semakin tinggi.

“Tahun ini, dilarang berupa fisik dan kegiatannya harus berkaitan dengan kebutuhan produksi tembakau. Makanya, bisa jadi anggaran hanya terserap 50 persen. Karena kami, kesulitan untuk mengalokasikan anggaran. Jika sembarangan, maka akan terjerat hukum. Kondisi ini, tidak hanya terjadi di Sampang, tapi juga di kabupaten lainnya. Karenaka, aturan baru keluar sedangkan petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknisnya (juknis) belum diedarkan,” tuturnya.  (man/ito)

DBHCHT 2021

  • Total anggaran Rp26.868.443.000 meningkat Rp2 miliar dari tahun 2020
  • Maksimal alokasi 50 persen atau Rp13.434.221.000

Salah Satu Indikasi Penyerapan Hanya 50 Persen

  • Aturan baru yang melarang untuk kegiatan fisik
  • Tahun sebelumnya mayoritas penyerapan untuk kegiatan fisik
  • Tahun ini harus berupa kebutuhan petani tembakau selain fisik

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *