Rp30 Juta hanya untuk Dinding dan Lantai, Pengerjaan RTLH  Dicurigai Diakali

  • Whatsapp
(FOTO: KM/SUBHAN) DIKELUHKAN: Pengerjaan bantuan RTLH di Kabupaten Sampang dipertanyakan, sebab hasilnya ditengarai tidak sesuai juknis dengan pagu anggaran mencapai Rp30 juta.

KABARMADURA.ID | SAMPANG-Realisasi program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang dikucurkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang dinilai tidak maksimal. Pasalnya, pengerjaan bantuan bedah rumah di Desa Komis, Kecamatan Kedungdung, Sampang, ditengarai dikerjakan tidak sesuai petunjuk teknis (juknis) yang ada.

Sebab, bantuan RTLH yang bersumber dari dana alokasi umum (DAU) senilai Rp30 juta itu hanya untuk membangun tembok dan lantai rumah milik salah satu warga penerima bantuan tersebut.

Alhasil realisasi bantuan RTLH itu ditengarai tidak sesuai ketentuan dan tidak memprioritaskan kualitasnya. Sebab rumah penerima bantuan hanya diperbaiki sebagian dan hasilnya tidak memuaskan dan tidak sesuai harapan.

“Saya curiga bantuan RTLH ini tidak sesuai Juknis, karena hanya mengerjakan lantai dan tembok, sementara pagunya mencapai Rp30 juta,” ungkap Muhdar (26), salah satu pemuda asal Kecamatan Kedungdung, Sampang.

Sementara itu, Markona salah satu penerima bantuan RTLH di Kecamatan Kedungdung menerangkan, upaya perbaikan pada rumahnya itu hanya melanjutkan pemasangan tembok, bukan pemasangan ulang, karena sudah ada tembok sebelumnya sekitar separuh, maka tinggal dilanjutkan.

Dibeberkan pula, untuk bantuan bahan material rumah yang diterimanya meliputi bata putih satu dump truk, pasir, semen dan pintu beserta kusennya. Sedangkan untuk bahan bangunan lainnya, masih menggunakan bahan rumah yang lawas.

“Kalau rumah saya yang kerjakan hanya di bagian depannya saja, seperti melanjutkan pemasangan tembok dan lantai dari semen ini,” ujar Markona saat ditemui awak media.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPRKP) Sampang Abdul Rokib menerangkan, terdapat lima penerima bantuan RTLH yang bersumber dari DAU di Desa Komis. 

Setiap penerima mendapatkan Rp30 juta, rinciannya; Rp24.750.000 berupa bahan bangunan dan Rp5.250.000 untuk upah tenaga kerja.

Sebenarnya, untuk rencana anggaran biaya (RAB) program RTLH itu sudah ada, tapi kemungkinan ada perubahan yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Adapun bantuan yang diterima sudah berupa barang, yakni material bangunan yang dibutuhkan dan upah untuk tukang, karena bantuan itu tidak berbentuk uang.

“Terkait penerima bantuan RTLH Markona ini, berdasarkan fakta di lapangan, dia memiliki tambahan material dari yang bersangkutan, sehingga volume pengerjaannya lebih besar dibanding dengan yang lain, saat ini sudah tuntas semua,” ulasnya.

Tahun 2021 ini, DPRKP Sampang mengerjakan program RTLH yang anggarannya bersumber dari DAU dengan jumlah 51 unit, setiap unit dianggarkan Rp30 juta.

Sedangkan untuk RTLH yang anggarannya bersumber dari dana alokasi khusus (DAK), jumlahnya mencapai 132 unit, tersebar di empat desa dan dua kelurahan. Setiap desa 25 unit dan dua kelurahan 16 unit. Setiap rumah mendapatkan bantuan Rp20 juta. Sehingga total pagu RTLH tahun ini mencapai Rp4,1 miliar,  Rp1,5 miliar dari  DAU dan Rp2,6 miliar dari  DAK.

Reporter: M. Subhan

Redaktur: Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *