Rp383 Juta untuk Jemput TKI Asal Sampang di Surabaya

  • Whatsapp
(FOTO: KM/DOKUMEN) FANTASTIS: Anggaran untuk penjemputan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Sampang di Surabaya sudah terealisasi 50 persen dari dana Rp383 juta.

KABARMADURA.ID, SAMPANG-Anggaran untuk penjemputan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Kabupaten Sampang cukup fantastis. Yakni, mencapai ratusan juta. Dana tersebut, dipergunakan untuk membenahi berbagai fasilitas penjemputan warga di Asrama Haji Surabaya.  Mayoritas, warga daerah Sampang merantau ke Malaysia. Sedangkan, untuk biaya penjemputan secara keseluruhan ditanggung pemerintah.

Pelaksana tugas (Plt) Kabid Penempatan Tenaga Kerja dan Pengembangan Dinas Pelayanan Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP-Naker) Sampang Agus Sumarso mengatakan, total anggaran yang disediakan untuk melakukan penjemputan TKI mencapai Rp383 juta. Dana itu, terbilang sangat terbatas.

Bacaan Lainnya

Sebab, hingga saat ini batas waktu pemulangan para TKI tidak bisa ditentukan. Padahal, penjemputan dilakukan sejak akhir April 2021 hingga saat ini. ”Anggaran dari pemerintah hanya Rp383 juta, dan kondisi penjemputan para TKI terus berlanjut, semoga saja dananya mencukupi,” tuturnya, Minggu (4/7/21).

Bahkan, serapan anggaran tersebut saat ini sudah mencapai 50 persen. Yakni sekitar, Rp 190 juta. Sedangkan, realisasi dari anggaran tersebut, untuk sewa transportasi berupa bus atau mobil angkutan. “Anggarannya untuk sewa mobil, sewa BUS, bensin, konsumsi petugas dan lain-lainnya selama proses penjemputan,” ucapnya.

Kendati demikian, TKI yang sudah dilakukan penjemputan dan diantarkan ke kampung asalnya, kurang lebih mencapai dua ribu orang. Jumlah tersebut, sebelum di jemput diisolasi terlebih dahulu di Surabaya, serta dilakukan pemeriksaan kesehatan secara ketat. Hal itu dilakukan, untuk memastikan negatif tidaknya dari paparan Covid-19.

“Para TKI diperiksa dulu kesehatannya di Surabaya selama dua hari, setelah dinyatakan negatif, dilakukan penjemputan. Kemudian, saat tiba di kampung halaman menjalankan isolasi mandiri, penjagaannya dilakukan oleh petugas tim gugus tugas kecamatan dan desa masing-masing,” tukasnya.  (mal//ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *