Rp4 M Hilang, Aktivitas Koperasi Bhinneka Karya Sejak Lama Sarat Masalah 

(FOTO: KM/ ALI WAFA) DIHENTIKAN: Seorang warga sedang duduk di depan Kantor Koperasi Bhinneka Karya di Jalan Pintu Gerbang Nomor 96 Pamekasan, Minggu (5/9/2021)

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (Diskop UMKM) Pamekasan mengambil langkah terhadap persoalan yang sedang dialami Koperasi Bhinneka Karya. Sebagai pembina, Plt. Kepala Diskop UMKM Pamekasan Abdul Fata mengaku bertanggung jawab atas persoalan tersebut.

Karena itu, pihaknya telah membentuk tim penyelesai persoalan tersebut. Bahkan menurutnya, tim penyelesai tersebut sudah dibentuk enam bulan yang lalu dan saat ini sedang berupaya menyelesaikan dugaan kasus penggelapan uang anggota tersebut. 

Fata pun membenarkan banyaknya anggota yang dirugikan oleh kacaunya kondisi keuangan Koperasi Bhinneka Karya.

Bacaan Lainnya

“Diskop dan Dekopin Pamekasan sebagai pembina sudah melakukan kajian dan pendampingan. Jadi ada beberapa pinjaman di anggota yang tidak bisa dikembalikan karena ada yang meninggal dan sebagainya,” jelas Fata.

Menurutnya, setelah Koperasi Bhinneka Karya diaudit, terdapat temuan pinjaman beberapa anggota mencapai Rp500 juta sampai Rp700 juta yang belum dikembalikan. Namun, pihaknya telah mengklarifikasi kepada peminjam, bahkan ahli waris peminjam yang meninggal sudah mengakui ada pinjaman yang macet.

“Tetapi tanggung jawab kami sebatas dalam hal pengelolaan keuangan. Karena kami juga diatur oleh undang-undang. Pembinaan kami tidak boleh intervensi,” ucap Fata.

Sementara itu, Bendahara Koperasi Bhinneka Karya Bambang Irianto mengatakan, dokumen simpanan anggota seperti kwitansi banyak yang dihilangkan. Akibat temuan kejanggalan itu, pihaknya memberhentikan segala aktivitas koperasi sejak Agustus 2020 lalu. Bahkan, sejumlah karyawan telah mundur dari kepengurusan.

“Anggota berhenti menyimpan. Sekarang fokus pada mengembalikan simpanan anggota,” ucapnya.

Awal mula ditemukannya kejanggalan tersebut, yaitu saat anggota koperasi yang sudah pensiun tidak bisa mengambil simpanannya. Menurutnya, selama ini telah banyak kejanggalan, mulai dari laporan keuangan hingga proses pemilihan ketua saat rapat anggota tahunan (RAT) yang diyakini ada permainan di belakangnya.

“Sudah dilakukan secara kekeluargaan, tapi pengurus itu saling lempar. Karena dananya terlalu banyak, Rp4 miliar lebih. Jadi kami laporkan,” tukas Bambang.

Dirinya akan menghadap Unit Idik IV Tipikor Satuan Reskrim (Satreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan pada Rabu (8/9/2021) untuk memenuhi panggilan penyidik, guna memberikan keterangan terkait dugaan perkara tersebut. Bambang menegaskan, yang dilaporkan dalam hal ini yaitu pengurus Koperasi Bhinneka Karya yang menandatangani neraca keuangan. (ali/waw)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.