oleh

Rp70 Juta untuk Tingkatkan Fasilitas dan Koleksi Wisata Arsip Masyarakat

Kabarmadura.id/SAMPANG – Keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) setempat dalam mengembangkan wisata arsip masyarakat (Wamas) perlu dipertanyakan. Pasalnya, tahun ini anggaran pengembangan, meliputi pengadaan sarana prasarana, proses penelusuran keberadaan benda-benda bersejarah di berbagai wilayah dan sebagainya hanya Rp70 Juta.

Hal itu disampaikan kepala Disarpus Sampang Sudarmanto. Menurutnya, belakangan ini, antusias masyarakat berkunjung ke Wamas yang beralamatkan di Jalan KH. Wahid Hasyim No.147 Sampang diklaim relatif meningkatkan. Sehingga perlu terus dilakukan uapaya pengembangan, seperti peningkatkan sarana prasanana dan penambahan koleksi dokumen sejarah dan sebagainya.

”Tahun ini, anggaran pengembangan Wamas ini Rp70 juta. Sedangkan jumlah pengunjung relatif meningkat, setiap hari jumlah pengunjung sekitar 10-30 orang. Padahal sebelumnya kurang dari 10 orang,” kata Sudarmanto kepada Kabar Madura, Rabu (8/5).

Ia menjelaskan, Wamas menampung berbagai koleksi dokumen sejarah, baik dari hasil penelusuran oleh tim ke masing-masing kecamatan dan desa di Sampang atau koleksi dokumen sejarah hasil duplikat dari pemerintah Provinsi Jawa Timur dan lembaga lain.

”Sampai saat ini, Wamas sudah menampung sekitar 1.200 koleksi dokumen sejarah, baik berupa benda-benda bersejarah maupun peradaban masyarakat tempo dulu,” paparnya.

Dalam rangka terus meningkatkan manfaat keberadaan Wamas itu serta terus mendorung minat masyarakat Kota Bahari untuk mengenal sejarah melalui dokumen peninggalan masa lalu, maka keberadaan Wamas ini perlu terus ditingkatkan melalui upaya pengembangan, baik dari sisi sarana prasarana, koleksi dokumen sejarah dan sebagainya.

”Kami akan melengkapi materi dan dokumen sejarah daerah secara bertahap disesuaikan dengan anggaran yang ada. Sehingga masyarakat lebih mudah mengenalkan sejarah Kota Bahari pada generasi penerus,” janjinya.

Sementara itu, salah seorang pengunjung Wamas, Bukhori (25) asal Kecamatan Sampang mengaku sangat terbantu dengan adanya Wamas tersebut. Sebab dirinya bisa lebih mudah untuk mengetahui sejarah daerah. Namun ia menilai Wamas masih perlu perbaikan, seperti penambahan sarana prasarana yang memadai dan jumlah koleksi dokumen sejarah yang lebih banyak dan komplit.

”Yang jelas Wamas ini perlu dikembangkan, semisal dari sisi kenyamanan pengunjung masih kurang, karena ruangannya terlalu sempit, koleksi dokumen masih minim dan sebagainya,” singkatnya. (sub/pai)

Komentar

News Feed