oleh

Rp7,4 Miliar, Disdik Sumenep Realisasikan Program Rehabilitas Sekolah

Kabarmadura.id/Sumenep-Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep sudah menerima hasil verifikasi bantuan rehabilitas untuk Sekolah Dasar Negeri (SDN)  tahun 2020. Bahkan, sudah merancang pembangunan sekolah tersebut yang akan menelan anggaran sebesar Rp7,4 miliar.

Kabid Pembinaan SD Disdik Kabupaten Sumenep Abd. Kadir menyampaikan, seluruh sekolah sudah dinyatakan lolos verifikasi. Saat ini masih terkendala proses laporan. Menurutnya, Sejauh ini progres pembangunan masih berjalan 25 persen.

“Karena proses pencairannya bertahap, 25 persen dulu, setelah selesai 25 persen maka buat laporan dulu untuk tahapan selanjutnya, yaitu menjadi 50 persen. Sementara besaran bantuan beragam. Di setiap sekolah tidak sama besaran anggarannya. Karena ruang kelas yang akan dibangun berbeda-beda, ada empat ruang ada yang cuma dua ruang,” katanya, Kamis (24/09/2020).

Ditegaskan, pembangunan yang akan menyasar ke 34 lembaga itu secara detail sebesar Rp7, 430.000.000. Untuk proses pencairannya secara bertahap mulai dari pengerjaan 25 persen hingga selesai. Sehingga setiap laporan proses pencarian menjadi kendala tersendiri.

Abd Kadir menjelaskan, dana tersebut bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) dari anggaran pendapatan dan belanja nasional (APBN). Mengenai lokasi sekolah sudah ditentukan. Pihaknya menyebutkan dari 34 lembaga, di antaranya 15 rehab ruang kelas, 5 rehab ruang guru, 2 ruang kelas baru (RKB), dan 7 toilet.

“Apalagi di kepulauan itu, kendalanya macam-macam, mulai dari sulit sinyal dan transportasi. Sehingga hal itu menjadi hambatan untuk mencairkan proses selanjutnya” paparnya.

Dia menuturkan, pada tahun sebelumnya yang mendapatkan bantuan rehabilitasi sebanyak 117 lembaga. Tahun 2020 sebanyak 43 sekolah yang menyebar di semua kecamatan. Untuk diketahui, jumlah SD di Kabupaten Sumenep sebanyak 656. Rinciannya, sebanyak 579 sekolah dan 77 swasta.

“Jika nantinya anggaran DAK tidak mencukupi dan ada penambahan, maka akan mengambil dari APBD,” tuturnya.

Sementara itu, Anggota Komisi lV DPRD Sumenep Samiuddin menyampaikan, beberapa tahapan dalam proses pembangunan memang harus menjadi atensi. “Yang menjadi kendala laporan misalnya, maka berikan alternatif lain atau pembinaan, sebab waktu sudah kian dekat, sudah tinggal 2 bulanan kan, waktu normalnya,” responnya. (ara/ito)

15 rehab ruang kelas, Rp4.410.000.000

5 rehab ruang guru,Rp400.000.000

5 ruang perpustakaan, Rp1.050.000.000

2 ruang kelas baru (RKB), Rp800.000.000 dan

7 toilet Rp770.000.000

 

Komentar

News Feed