Rp8,4 Miliar untuk Pembebasan Lahan Pembangunan Terminal Baru

  • Whatsapp
(FOTO: KM/DOKUMEN) PERENCANAAN: Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sampang, merencanakan pembangunan terminal baru.

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Di tahun 2020, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sampang berencana memindahkan Terminal Trunojoyo yang berada di Jalan Tengku Umar ke Jalan Selatan atau Desa Aeng Sareh Kecamatan Sampang. Hanya saja, sebelum rencana tersebut direalisasikan Dishub harus membebaskan lahan yang akan dijadikan perpindahan terminal tersebut.

Saat ini, anggaran dana yang sudah disediakan mencapai Rp8,4 miliar untuk pembebasan lahan. Dana tersebut, bersumber dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD). Hal ini diungkapkan, Kasi Angkutan dan Keselamatan Jalan Dishub Kabupaten Sampang, Arif Maulana, Senin (01/02/2021).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, dasar memindah lokasi terminal sudah jelas. Yakni, lantaran terminal lama masuk kategori tidak layak. Salah satu tolok ukurnya, karena terminal lama berada di tengah-tengah kota, akses jalan bus angkutan umum terlalu sempit.

Lebih lanjut, tahun 2021 untuk rencana dipindahkannya lokasi terminal masuk pada sesi pembebasan lahan. Namun, sebelum itu harus melakukan berbagai tahap. Seperti, proses lelang feasibility study (FS) terminal, pelaksanaan pekerjaan FS terminal, proses lelang appraisal, sosialisasi kepada masyarakat, pelaksanaan appraisal, dan pengadaan tanah.

“Terminal lama itu ada ditengah kota dan kondisi sangat ramai serta jalannya sempit. Jadi tahun 2021 ini akan melakukan pembebasan lahan untuk pembangunan terminal baru,” tuturnya.

Selain itu, Arif menyampaikan kebutuhan lahan untuk pembangunan terminal baru diprediksi 3 hektar. Sedangkan kapasitas anggaran yang disisihkan oleh pemerintah daerah sebesar Rp8,4 miliar. Namun, disinggung mengenai dana tersebut,  dirinya mengaku tidak bisa memastikan. Sebab, anggarannya mengacu pada harga tanah dari masyarakat.

Bahkan diakui, sudah melakukan sosialisasi terhadap masyarakat tentang pembangunan terminal baru. Serta, sudah ada kunjungan dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat  Provinsi Jawa Timur (DPR Jatim). “Cukup tidaknya itu tergantung harga tanah nanti. Dan untuk perpindahan ini tidak ada penolakan dari masyarakat,” paparnya.

Kendati demikian, Arif membeberkan, untuk bisa memfungsikan terminal tersebut butuh waktu yang sangat lama. Sebab, masih banyak tahapan-tahapan yang akan dilakukan, seperti perluasan jalan, peralihan jalur. “Untuk pembangunan dan teknis lainnya, dilakukan oleh Dishub Provinsi Jatim, daerah hanya membebaskan lahannya saja,” jelasnya. (mal/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *