RRI UNIBA Kerjasama Beri Pemahaman Bansos

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) ISTIKAMAH: Cara UNIBA edukasi masyarakat dengan memfasilitasi dialog interaktif.

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Di masa mewabahnya Covid-19 beragam bantuan sosial (bansos) banyak dikucurkan oleh pemerintah pusat, salah satunya bantuan sosial tunai (BST). Guna mengedukasi proses penyalurannya, Universitas Bahaudin Mudhary Madura (UNIBA) memfasilitasi dialog interaktif Radio Republik Indonesia (RRI) Surabaya Programa 1-FM 99,2 MHz dan UNIBA FM 107,5 MHz.

Dialog tersebut menyajikan narasumber dari berbagai stakeholder, yang terlibat dalam proses bantuan yang bersumber dari dana pusat tersebut. Yaitu Suharto Wardoyo Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya, Kepala Kantor Pos Besar Kebonrojo Kota Surabaya Dino Ariyadi, Iwan Fajar Nugroho selaku Kepala Sub Bagian Hukum Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Jawa Timur , dan dipandu oleh presenter Wahyu Chan.

Iwan Fajar Nugroho selaku Kepala Sub Bagian Hukum BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Timur menyampaikan, pada prosesnya seluruh elemen dipastikan harus sinkron. “Termasuk persoalan data penerima,” katanya, Senin (8/2/2021).

Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya Suharto Wardoyo mengatakan, permintaan untuk pendanaan ulang terkait penerima bansos. Untuk langkah pendataan itu sendiri sudah ditetapkan oleh BPK yang mana melibatkan aparatur desa terbawah yaitu lurah sampai dengan rukun tetangga (RT).

“Data realnya pada tahap 10-11 juga sudah dilakukan pendataan ulang dari sumber lurah, sehingga akan ada beberapa perubahan bagi penerima bansos apalagi jika penerima sudah meninggal dunia atau berkecukupan,” jelas Suharto.

Kepala Kantor Pos Besar Kebonrojo Kota Surabaya Dino Ariyadi menjelaskan, untuk peran kantor pos sendiri yakni sebagai penyalur yang dipercaya oleh BPK untuk ikut andil dalam penyerahan BST, yang juga bekerja sama dengan Ketua RT dan lurah untuk penyerahan undangan penerima. dalam teknis pembayaran dilakukan penjadwalan ketat dengan 2 shift.

“Yakni pagi dan sore hari dengan tetap mematuhi prokes, juga dengan penerapan shift kerja pegawai dengan harapan tidak terjadi kerumunan di daerah kantor pos,” paparnya.

Selaku presenter Wahyu Chan mengutip sebuah artikel yang menyatakan, banyak yang harus menerima bantuan, dengan berbagai faktor penyebab bantuan tersebut tidak sampai ke penerima.
“Ada lebih dari tiga ribu penerima bansos yang tidak mengambil atau tidak menerima bantuan sosial yang disalurkan,” ungkapnya.

Selaku yang bertanggung jawab Kepala Kantor Pos Besar Kebonrojo Kota Surabaya Dino Ariyadi menjawab, untuk mengantisipasi masalah itu, pihaknya mencoba untuk melakukan pengantaran ke rumah penerima sehingga dana yang tersalurkan bisa diterima.

“Dan juga pemberlakuan 7-8 hari utama dalam penerimaan bansos bisa dilakukan di hari biasa di seluruh kantor pos di Indonesia, sehingga penerima bisa menerima sesuai ketentuan,” jawab dia.

Dalam dialog tersebut semakin menarik dengan memunculkan beberapa pertanyaan di antaranya dari Sulistia Ningsih Mahasiwa Manajemen UNIBA terkait prosedur mendapatkan BST.
“Apa saja bagi kita yang tidak menerima bansos agar bisa menjadi penerima bansos di tahap selanjutnya ?”

“Apakah bisa jika penyaluran dana bantuan sosial langsung dikirim via transfer rekening ke penerima bantuan?” Lanjut pertanyaan Ningsih.

Agus Setyo langsung menjawab, secara umum persyaratannya adalah sama.  “Jika untuk Kota Surabaya sendiri data penerima yang bisa menerima bansos sudah ditetapkan oleh BPK sendiri, untuk persyaratannya tidak ada tapi penerima harus terdaftar dalam kelompok masyarakat berpenghasilan rendah serta masyarakat terdampak,” jelasnya.

Menjawab pertanyaan kedua, sesuai SOP yang sekarang diatur harus memuat terkait keterangan dari penerima, sehingga jalan satunya yakni penyerahan secara langsung agar bisa dilakukan dokumentasi untuk pihak-pihak terkait. Jadi untuk pentransferan dana bansos dirasa tidak bisa dilakukan karena keabsahan dari penerima bisa saja tidak jelas. (ara/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *