RS Bangkalan Butuh Pendonor Plasma Darah Konvalesen

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) STOK HABIS: petugas PMI Bangkalan yang melakukan cek ketersediaan darah

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Tingginya angka pasien Covid-19 di Bangkalan, menjadikan Rumah Sakit  Umum Daerah (RSUD) Syamrabu Bangkalan mulai membuka diri bagi pendonor plasma darah konvalesen. Bahkan, kebutuhan plasma darah konvalesen tersebut diakui Dirut RSUD Syamrabu, dr Nunuk Kristiani sangat tinggi.

“Mohon kerelaannya bagi warga yang pernah terjangkit Covid-19 dan sudah sembuh untuk mendaftarkan diri ke bank darah kami atau teman-teman yang bisa menghimpun itu,” ucap dr. Nunuk Kristiani.

Bacaan Lainnya

Terapi plasma konvalesen atau donor plasma darah dari penyintas Covid-19 dipercaya dapat membantu proses pemulihan pasien yang terkena wabah Covid-19. Tingginya pasien di Bangkalan, menyebabkan RSUD Syamrabu Bangkalan kekurangan stok plasma darah konvalesen.

Direktur RSUD Syamrabu Bangkalan dr Nunuk Kristiani mengatakan, pasien yang membutuhkan plasma konvalesen cukup banyak. Sebab, rata-rata pasien yang masuk ke rumah sakit terbilang berat.

“Memang untuk donor ini sangat banyak, apalagi persyaratannya juga sulit dan sedikit pendonor,” katanya, Kamis (24/6/2021).

“Jadi kami ambil dimana saja yang ada, kalau di UTP PMI di Bangkalan dan surabaya kosong juga,” imbuhnya.

Dengan situasi kosong itu, dr Nunuk menyampaikan, bisa mempengaruhi proses penyembuhan pasien Covid-19. Meski tidak semua pasien bisa menerima pengobatan dengan terapi plasma konvalesen, tingkat kebutuhannya sangat tinggi.

“Ketersediaan kami tidak bisa menentukan, karena itu tergantung dokternya. Sebab, plasma ini tergantung kebutuhan, jadi tidak semua orang diberi itu. Itu by request dokter, baru kami cari,” jelasnya.

Diketahui, pasien Covid-19 di Bangkalan Kamis, (24/6/2021) bertambah 68 orang. Untuk tingkat kematian bertambah 3 orang menjadi 303 pasien. Sementara itu, sembuh 49 pasien. Tingginya kenaikan pasien Covid-19 di Bangkalan itu tidak membuat lelah Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron.

Dia mengatakan, kesadaran pada masyarakat di Bangkalan agar memahami bahwa tenaga kesehatan (Nakes) di Bangkalan sangat terbatas. Sehingga, dia meminta, agar sama-sama disiplin menerapkan protokol kesehatan (Protkes). Dia juga meminta, kepada warga Bangkalan yang mengetahui keluarga ataupun tetangga dengan hasil swab reaktif untuk melapor.

“Sehingga, kami bisa segera lakukan penanganan dan tracing lebih awal karena lebih penting. Tolong jangan takut,” tukasnya.

Dia menyampaikan, bahwa nakes ini hanya beristirahat selama 4 jam. Maka, dia meminta agar masyarakat bisa menghargai itu. (ina/bri)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *