oleh

RS. Nindhita Diprotes Lagi, Pasien BPJS Dipungut Biaya Tambahan

KABARMADURA.ID, Sampang -Aksi penyegelan di pintu masuk RS. Nindhita kembali terjadi. Kali ini masalah biaya yang dikeluarkan pasien karena dilayani sebagai pasien umum, bukan peserta BPJS Kesehatan.

Aksi dengan memasang poster di pintu masuk rumah sakit itu, dilakukan warga yang mewakili pasien tersebut. Mereka meminta biaya yang dikeluarkan dikembalikan, karena status pasien tersebut adalah peserta BPJS Kesehatan.

Penyegelan ini menjadi masalah baru bagi RS Nindhita. Sebab, sebelumnya sudah terjadi penyegelan pada 10 Oktober 2020 yang dilakukan Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Sampang akibat menolak pasien yang akan bersalin, karena berstatus peserta BPJS Kesehatan dan dokter penanggung jawab BPJSnya sedang di luar kota.

Penyegelan terbaru, atau pada Kamis (15/10/2020), dilakukan oleh salah satu keluarga pasien BPJS yang menjadi korban pungutan biaya tambahan saat persalinan. Mereka menuntut pihak RS. Nindhita bertanggung jawab dalam kasus tersebut.

Pungutan biaya tambahan tersebut menimpa pada Risalatul Muawwanah (20), warga Dusun Disanah Temur, Desa Disanah, Kecamatan Sereseh,. Risalatul juga datang ke RS. Nindhita untuk melakukan persalinan.

“Aksi ini untuk mempertanyakan rincian biaya yang di pungut pihak RS. Nindhita dengan jumlah Rp3 Juta terhadap pasien BPJS, dan ini sebagai transparansi,” ucap pendamping keluraga pasien, Moh. Hari, Kamis (15/10/2020), di depan RS. Nindhita.

Penarikan biaya tambahan itu terjadi pada 6 Oktober 2020. Saat itu,  pasien dirawat ke RS. Nindhita untuk menjalani operasi caesar dengan menggunakan kartu BPJS.

Usai tiga hari menjalani perawatan, pasien tersebut dipulangkan dari rumah sakit swasta tersebut. Namun jahitan operasi caesar putus, sehingga menyebabkan luka bekas sobekan menganga. Tetapi, karena khawatir atas kejadian tersebut, korban bersama keluarganya kembali mendatangi RS. Nindhita untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Tiga hari dari operasi jahitannya putus, sehingga kembali mendatangi rumah sakit itu, tetapi malah ditolak dengan alasan bisa rawat jalan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Humas RS. Nindhita Sampang Zeini tidak bisa memberikan keterangan lebih dalam, sebab akan diinformasikan terlebih dahulu ke bagian pelayanan dan administrasi.

“Kami harus berkoordinasi terlebih dahulu. Tetapi kalau pasien BPJS, nol biaya,” cetusnya.

Bahkan saat mencoba konfirmasi ke Direktur RS. Nindhita, dr. Turah, enggan memberikan keterangan soal adanya penarikan biaya tambahan terhadap pasien BPJS.

“Maaf, itu sudah selesai,” akunya.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes Sampang, Agus Mulyadi meminta, segera klarifikasi dengan pihak BPJS dan rumah sakit terkait adanya penarikan biaya tambahan terhadap pasien BPJS tersebut.

“Segera klarifikasi dengan pihak rumah sakit dan pihak BPJS,” singkatnya. (mal/waw)

Komentar

News Feed