RSIA Dr Syafi’i Akan Diadukan ke Dewan Kode Etik Kesehatan Jawa Timur

  • Bagikan
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) MEMPERJUANGKAN: Keluarga Siti Khodijah mengadukan kasus dugaan human error di kantor kepala Desa Perreng.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Kasus dugaan human error oleh petugas Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) dr Syafi’i yang menyebabkan bayi meninggal, akan dibawa ke Dewan Kode Etik Kesehatan Jawa Timur. Jika terbukti salah, rumah sakit tersebut akan dicabut izinnya.

Hal tersebut dijelaskan oleh Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan Nur Hasan. Dia mengaku akan kembali menggelar rapat dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan untuk mengkonfirmasi hasil dari telaah Dinkes.

“Kami akan merekomendasikan untuk dibawa ke Dewan Kode Etik Kesehatan Jawa Timur,” tuturnya.

Selain itu, dia akan mendorong keluarga Siti Khodijah selaku ibu bayi untuk membawa kasus itu ke Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bangkalan. Targetnya agar meneruskan di sidang IDI Jawa Timur. Dorongan itu dilakukan agar Siti Khodijah juga mendapatkan kepastian.

“Apakah ada indikasi dokter yang menangani melanggar SOP atau tidak, kami belum bisa pastikan, yang pasti diketahui sebelum operasi caesar tidak dilakukan USG lagi,” jelasnya.

Untuk memastikan apakah melanggar SOP atau tidak, pihaknya akan mendengar penjelasan terlebih dahulu dari Dinkes. Dia hanya menduga kurang kehati-hatian pihak rumah sakit dalam menangani pasien hamil.

“Kami berharap kasus ini bisa dijadikan evaluasi, bisa dijadikan pelajaran untuk semua rumah sakit baik swasta maupun milik pemerintah,” tuturnya.

Terpisah, pihak RSIA dr. Syafi’i enggan memberikan tanggapan atas kejadian itu. Saat Kabar Madura mencoba menemui dr Taufik Syafi’i, melalui salah satu perawatnya enggan menemui dengan alasan akan melakukan tindakan operasi.

“Untuk semua keterangan sudah kami berikan ke Dinkes Bangkalan, silahkan konfirmasi ke sana saja,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Bangkalan Sudiyo menyampaikan, mengenai teknisnya, pihaknya telah mengkonfirmasi dokter terkait. Namun, dia masih belum bisa memberikan hasilnya, karena akan ada kajian data dan analisa dulu.

Baca juga  138.857 Rumah Tangga yang Tercatat DTKS, Tidak Semuanya Dapat Bantuan

“Kami sudah dengarkan keterangan dokter inisial T dan hasil analisa kami itu masih rasional sesuai dengan keilmuannya,” tandasnya. (ina/waw)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan