RSUD Apresiasi Lomba Kerapan Sapi

  • Whatsapp

Kabarmadura.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr H Moh Anwar Sumenep mengapresiasi dan ikut mendukung lomba kerapan sapi tradisional yang dilaksanakan oleh pemerintah setempat di Lapangan Kerapan Sapi Giling, Minggu (5/8).

Selain mempertahankan budaya dan tradisi yang menjadi ikon Madura, kerapan sapi tradsional menjadi bagian dalam kalender even Visit Sumenep 2018. Sehingga, dengan digelarnya lomba kerapan sapi tradisional itu, sudah ada beberapa hal positif yang didapatkan.

“Kami ikut mendorong dan mendukung pelaksanaan kerapan sapi tradisional tersebut. Hal itu sebagai salah satu upaya Pemkab Sumenep untuk terus menggalakkan program visit,” jelas Direktur RSUD dr H Moh Anwar Sumenep Fitril Akbar.

Menurutnya, kerapan sapi tradisional itu akan kembali membangkitkan gairah para generasi penerus untuk turut serta mencintai dan melestarikan budaya. Sehingga budaya kerapan sapi itu terus eksis dan secara turun temurun tetap bisa dinikmati sebagai kekayaan budaya.

“Tradisi kerapan sapi tradsional memang layak untuk dipertahankan dan itu menjadi tugas anak-anak muda untuk melestarikannya. Kami sangat mendukung dengan pelestarian tradisi yang telah diwariskan oleh para sesepuh kita,” tuturnya.

Selain mempertahankan nilai budaya, pelaksanaan kerapan sapi ikut menarik wisatawan untuk datang ke Sumenep. Selain untuk menikmati seni budaya, para wisatawan bisa menikmati berbagai objek wisata yang banyak dimiliki Sumenep.

Oleh karenanya, pelaksanaan kerapan sapi bisa menjadi pemantik para wisatawan regional, nasional hingga manca negara untuk mengunjungi Sumenep yang memiliki objek wisata yang sangat bervariasi, mulai dari bahari, religi dan sejarah.

Ditambahkan, apresiasi terhadap upaya Pemkab Sumenep untuk melestarikan tradisi kerapan sapi bukan tanpa alasan. Karena dengan kerapan sapi itu akan membawa dampak positif, mulai dari kunjungan wisatawan, pelestarian budaya, hingga dampak ekonomi.

RSUD H Moh Anwar menyambut baik apa yang diharapkan Pemkab Sumenep, yakni supaya melestarikan tradisi kerapan sapi. (ong)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *