oleh

RSUD Pamekasan Siapkan Rp1,2 Miliar untuk APD Paramedis

Kabarmadura.id/Pamekasan-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Slamet Martodirdjo (SMart) Pamekasan pada awal penetapan siaga darurat pencegahan wabah Coronavirus Desease (Covid-19) sempat kekurangan alat pelindung diri (APD) bagi paramedis.

Namun, kekurangan APD tersebut akan segera terselesaikan, karena pihak  RSUD SMart sudah mengusulkan perkiraan anggaran yang dibutuhkan untuk APD.

Direktur RSUD Smart Pamekasan dr. Farid Anwar menyampaikan bahwa alokasi anggaran untuk APD bagi paramedis sudah diajukan sebesar Rp1,2 miliar. Esmitasi anggaran tersebut bersumber dari realokasi anggaran dana bagi  hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) Pamekasan.

“Kami merealokasi dari DBHCHT yang totalnya sebesar Rp12 miliar. Tetapi yang bisa digunakan adalah Rp1,2 miliar untuk APD dan disinfektan,” ungkap Farid, Selasa (21/4/2020).

Alokasi anggaran sebesar Rp1,2 miliar itu diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan APD mulai dari April hingga Oktober mendatang. Kebutuhan APD paramedis itu meliputi sepatu, baju asmat, hands cone, masker, kacamata, sampai tutup kepala.

“Itu (anggaran Rp1,2 miliar) perkiraan sampai Oktober. Tapi jika tidak dipakai anggarannya dikembalikan aja nanti, yang penting penanganan covid tidak terganggu karena APD, seperti di awal-awal itu,”ujarnya.

Sementara untuk ruang isolasi yang semula hanya satu ruangan yang terisi 6 tempat khusus pasien, sekarang sudah ditambah di ruang paviliun di bagian belakang RSUD Smart. Tambahan tersebut, diakui Farid, sebagai antisipasi adanya tambahan pasien yang perlu dirawat isolasi.

“Awalnya, di RSUD ini ada satu ruang itu dengan 6 tempat tidur yang digunakan untuk ruang perawatan isolasi. Sekarang kami kembangkan di ruang isolasi yang biasa, yang terinfeksi kemarin itu, tidak diruang isolasi, tapi di ruang isolasi biasa yang kita tempatkan di paviliun itu,”terangnya.

Sementara itu, terhadap paramedis yang bertugas menangani Covid-19, dr Farid menguraikan bahwa pihaknya saat ini sedang mengupayakan adanya tambahan insentif. Hal itu  dianggap penting, sebagai penyemangat bagi petugas paramedis  yang menangani Covid-19 yang bertugas dengan resiko tinggi.

“Kami sedang usulkan, rapat kemarin itu hari Kamis, dengan Sri Mulyani itu tenaga-tenaga kesehatan diusulkan, nanti diverifikasi, dinotifikasi, tetap juklak juknisnya belum ada,”pungkasnya. (rul/bri/waw)

 

Komentar

News Feed