RSUD Pamekasan Tidak Mampu Tampung Tambahan Pasien Covid-19

  • Whatsapp

Kabarmadura.id/PAMEKASAN–Sempat mendapatkan kemenangan dengan sembuhnya dua pasien terinfeksi Coronavirus Disease (Covid-19), Pamekasan kembali harus menambah daftar pasien terinfeksi Covid-19 sebanyak 3 orang.

Penambahan tersebut, tercatat sebagai penambahan tertinggi jumlah pasien terinfeksi dalam satu hari, sejak pertama kali Pamekasan mendapatkan status zona merah.

Bacaan Lainnya

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Kabupaten (Setkab) Pamekasan Sigit Priyono mengatakan, dari ketiga pasien tersebut, dua pasien yang akan dicatat sebagai pasien 08 dan pasien 09, keduanya merupakan pasien dari klaster petugas haji asal Pamekasan.

Tiga pasien Covid-19 terbaru itu  terdiri dari satu orang perempuan berusia 55 tahun asal Desa Pangorayan, Kecamatan Proppo, dan dua orang laki-laki masing-masing berusia 43 asal Desa Lebbek Kecamatan Pakong dan tahun dan berusia 40 tahun asal Desa Tebbul Temur Kecamatan Pegantenan.

Humas Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemkab Pamekasan itu melanjutkan, pasien 08 dan 09 berstatus sebagai orang yang memiliki kontak dekat dengan pasien terinfeksi sebelumnya dan sudah menjalani perawatan isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan.

Pasien yang telah menjalani perawatan isolasi itu berasal dari klaster petugas haji, atau petugas haji yang mengikuti pelatihan sebagai petugas kesehatan dan pendamping jamaah haji di Surabaya pada pertengahan Maret 2020 lalu.

Dengan penambahan itu, pasien terinfeksi Covid-19 dari klaster haji di Pamekasan mencapai 8 orang. Sedangkan total jumlah pasien terinfeksi Covid-19 sudah mencapai 10 orang, satu di antaranya meninggal dunia.

Ketiga pasien baru tersebut, telah diambil swab tenggorokan pada 17 April 2020 lalu. Kemudian pemberitahuan hasil pengujian dari laboratorium Litbangkes Kemenkes RI diterima pada 29 April 2020 dengan keterangan keduanya terinfeksi Covid-19.

Sedangkan satu pasien laki-laki berusia 40 tahun asal Kecamatan Pegantenan yang selanjutnya ditetapkan dengan kode pasien nomor 10, merupakan pendatang dari Makassar, Sulawesi Selatan.

Pengambilan swab tenggorkan terhadapnya juga dilaksanakan pada 17 April 2020 lalu, dengan konfirmasi hasil dari Litbangkes Kemenkes RI pada 29 April.

Pasien tersebut tergolong di luar klaster petugas haji. Sebab, tim Satgas Covid-19 Pamekasan belum mendeteksi yang bersangkutan merupakan petugas haji ataupun tertular dari pasien terinfeksi Covid-19 dari klaster petugas haji.

“Saat ini sesuai protokol , tim satgas Covid-19 sedang melacak siapa saja yang kontak dekat dengan ketiganya. Selama ini, ketiga orang tersebut melakukan isolasi secara mandiri dan saat ini sedang proses untuk dilakukan perawatan isolasi di rumah sakit,” ulasnya.

Sementara itu, Ketua Satgas Penangnan Covid-19 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan dr. Syaiful Hidayat mengatakan, ketiga pasien tersebut akan dirawat di dua rumah sakit berbeda.

Dari ketiga pasien itu, dua orang akan dirawat di di Rumah Sakit Mohammad Noer (RSMN) dan satu lagi di RSUD Smart. Sebab, kapasitas ruang perawatan isolasi di RSUD SMart yang berjumlah enam unit, tinggal tersisa satu unit.

Detailnya, pasien dari Kecamatan Pakong dan Pegantenan dirawat di RSMN, sedangkan pasien dari Kecamatan Proppo dirawa isolasi di RSUD SMart.

“Saya sudah dihubungi tadi, kami diminta untuk menyiapkan ruang isolasi, dan kami sedang menyiapkan itu, kabarnya dua orang akan dirujuk ke sini dan satunya lagi akan dirujuk ke RS SMart,” ungkap PIC Satgas Covid-19 RSMN, dr. Tri Susandhi Juiarti, (29/4/2020).

Saat ini, ungkap dr. Tri, pihaknya sedang sibuk menyiapkan sarana prasarana untuk satu pasien terinfeksi Covid-19 yang akan dirujuk ke RSMN, sehingga tidak bisa bisa memberikan keterangan banyak. (ali/bri/waw)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *