RSUD Sampang Batasi Keluarga Pasien hanya Sampai di Halaman RS

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) JAGA-JAGA: Pembatasan terhadap keluarga pasien diperketat oleh manajemen RSUD dr Moh. Zyn Sampang.

KABARMADURA.ID, SAMPANG-Meningkatnya jumlah pasien, menjadi atensi manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Moh. Zyn Sampang untuk memperketat jumlah kunjungan. Keluarga pasien lebih dibatasi untuk mengunjungi pasien di semua kamar sejak sepekan terakhir.

Pengetatan itu untuk meminimalisir adanya klaster baru. Sehingga, semua pihak di rumah sakit terus waspada dan komitmen menyembuhkan semua pasien lebih efektif.

Bacaan Lainnya

Pantauan Kabar Madura, pasien di rumah sakit mengalami penambahan. Namun, pihak rumah sakit tidak menambah kamar. Sebab sebagian pasien sudah sembuh dan dipulangkan. Khususnya para pasien non Covid-19.

Sementara untuk pengunjung rumah sakit dibatasi hanya di halaman rumah sakit. Mereka tidak diperkenankan masuk ke lokasi perawatan pasien. Meskipun ada sebagian keluarga yang diizinkan untuk menjaga pasien. Setiap pasien hanya dijaga satu orang dan maksimal dua orang.

Akibatnya, tidak sedikit keluarga pasien yang memilih istirahat di halaman rumah sakit. Sebab di dalam rumah sakit selain tidak ada tempat. Juga tidak diperbolehkan oleh petugas medis.

“Kami tidak bisa sembarangan masuk ke dalam. Di dalam hanya ada satu keluarga yang menjaga pasien. Terpaksa kami di halaman,” kaya Amrullah (460 warga Kecamatan Omben, Sampang.

Halaman rumah sakit juga dibatasi, karena sebagian kamar pasien ada di halaman rumah sakit. Pihaknya mengaku menghargai keputusan rumah sakit. Sebab, kondisi saat ini perlu kewaspadaan.

Direktur RSUD Sampang, dr. Mohammad Zyn dr Agus Akhmadi mengatakan, sengaja melakukan pembatasan itu untuk keamanan bersama. Pihaknya mengaku tidak sengaja mengurangi hak keluarga pasien. Namun, untuk meminimalisir penularan baru. Sehingga, lebih baik ada pembatasan untuk menyelamatkan semua pihak.

“Menjaga protokol kesehatan itu penting. Di rumah sakit juga perlu dilakukan pembatasan khusus. Sehingga pengunjung lebih aman,” ucapnya.

Menurutnya, petugas medis saja dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) tidak menutup kemungkinan tertular. Sehingga untuk masyarakat, sebaiknya mewaspadai diri. Pihaknya berharap semua keluarga pasien menerima adanya aturan itu.

Selain itu, lanjut dia, pembatasan itu untuk kelancaran proses perawatan terhadap pasien. Sehingga lalu lalang keluarga pasien tidak mengganggu proses penyembuhan. Apalagi, jumlah pasien cukup banyak. Bahkan di semua ruangan penuh hingga di lorong jalan.  (man/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *