RSUD Sampang Jadi Bulan-bulanan Bupati-Wabup

  • Whatsapp
BERI PENGARAHAN: Bupati Sampang H. Slamet Junaidi saat melakukan Sidak di RS dr Mohammad Zyn, meminta pelayanan ditingkatkan.

Kabarmadura.id/SAMPANG-Belakangan ini, pelayanan di RS dr Mohammad Zyn Sampang kerap dikeluhkan masyarakat. Pasalnya, pelayanan kepada pasien yang berobat di rumah sakit pelat merah itu, kerap mengecewakan dan tidak memuaskan.

Sehingga, sebagian masyarakat Kota Bahari banyak yang memilih berobat ke RSUD di luar daerah, seperti ke RSUD Pamekasan dan Bangkalan.

Menyikapi buruknya kualitas pelayanan di rumah sakit terbesar di Sampang itu, Bupati dan Wakil Bupati Slamet Junaidi–Abdullah Hidayat yang baru dilantik tertanggal 30 Januari 2019  dalam satu pekan sudah dua kali menginspeksi mendadak (sidak) secara bergantian.

Sidak pertama dilaksanakan oleh Wabup Abdullah pada Senin (4/2), sedangkan Bupati Slamet Junaidi pada Kamis (7/2).

PANTAU LANGSUNG: Bupati Sampang H. Slamet Junaidi saat menyambangi pasien dan meminta pelayanan dan kebersihan di RS dr Mohammad Zyn dimaksimalkan, kemarin (7/2).

Bupati Sampang Slamet Junaidi memaparkan, pelayanan di RSUD ke depan harus ditingkatkan dan perlu penangan khusus. Pihaknya meminta kepada pihaknya rumah sakit untuk menyudahi konflik internal yang berimplikasi pada buruknya kualitas pelayanan.

Semua pegawai rumah sakit diminta terus bersinergi dan komitmen dalam melayani pasien dengan baik dan maksimal.

Selain itu, pria yang akrab disapa Abah Idi itu meminta, kebersihan rumah sakit itu juga perlu ditingkatkan. Sebab, di sejumlah ruangan masih banyak sampah berserakan, sehingga mengganggu pemandangan dan kenyaman pasien dan pengunjung.

“Kami harap pimpinan dan semua pegawai rumah sakit ini memiliki konsep dan rencana yang baik, setelah itu harus melaporkan progres pencapaian pelayanan secara rutin,” katanya kepada awak media, Kamis (7/1).

Selain pelayanan, Abah Idi meminta fasilitas di rumah sakit itu perlu pembenahan, karena di sejumlah ruangan pasien, kondisi gerah dan panas, karena belum terpasang kipas angin dan semacamnya. Di sisi lain, sumber daya manusia di RSUD tersebut juga perlu ditingkatkan.

”Orientasi kami, tidak hanya sekedar mencari profit dari PAD BLUD rumah sakit ini, namun yang terpenting, RSUD ini dapat melayani pasien dengan baik dan maksimal, warga yang berobat ke sini harus terlayani dengan baik,” ungkapnya.

”Ke depan, kami minta laporan progres pelayanan dan pertanggungjawabannya, karena ini menyangkut pelayanan kepada warga Sampang, maka harus maksimal, jangan sampai pelayanan dikeluhkan dan mengecewakan warga lagi,” terangnya.

Disinggung soal perlu pembenahan manajemen atau restukturisasi kepengurusan di RS dr Mohammad Zyn, mantan anggota DPR RI itu mengaku, akan melihat progres dan kemajuan ke depan. Jika tak kunjung ada perbaikan, kemungkinan langkah perbaharuan manajemen perlu dilakukan.

“Kami harus bijaksana, perlu melihat progres kinerja dan prestasi selama beberapa waktu ke depan, jika tidak ada perubahan, maka langkah restrukturisasi internal RSUD ini perlu dilakukan, sebagai upaya penyegaran, sehingga bisa memberikan pelayanan yang terbaik,” tegasnya.

Sebelumnya, Wabup Sampang H. Abdullah Hidayat sudah memberikan pembinaan dan pengarahan langsung kepada pimpinan RSUD saat melakukan sidak beberapa waktu yang lalu. Tujuannya, kualitas pelayanan di RSUD itu dapat ditingkatkan dan dimaksimalkan, karena pelayanan kerap dikeluhkan dan banyak menuai sorotan dari berbagai pihak.

“Kami minta pelayanan kepada warga harus diutamakan, jangan sampai ada warga kami yang tidak terlayani dengan baik. Semua pegawai di sini harus memperbaiki kualitas kinerja dalam melayani pasien, jangan sampai mengecewakan,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur RS dr Mohammad Zyn Sampang dr Titin Hamidah berjanji melakukan pembenahan dan menindaklanjuti semua arahan dan masukan dari bupati–wabup. Hal itu, demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan segera melengkapi fasilitas.

“Prinsipnya, kami siap melaksanakan saran dari bupati dan wabup untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan melengkapi fasilitas, namun membutuhkan proses, kami terus berikhtiar yang terbaik ke depannya,” ucap wanita yang kerap disapa bunda Titin itu. (sub/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *