RSUD Sampang Tolak Pasien Cuci Darah

  • Bagikan
(FOTO: KM/ISTIMEWA) USIR PASIEN: Salah satu petugas medis RSUD dr. Moh. Zyn usir pasien untuk konsultasi.

KABAR,ADURA.ID, SAMPANG– Komitmen pelayanan terhadap masyarakat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moh. Zyn Sampang perlu dipertanyakan. Pasalnya, salah satu pasien merasa dirugikan karena menolak untuk pelayanan cuci darah.

Padahal, kondisi pasien sudah harus menjalani terapi Hemodialisa (HD) atau cuci darah. Namun, tim medis di rumah sakit milik pemerintah itu tidak jelas. Salah satunya, berdalih karena sedang cuti bersama. Selain itu, kondisi itu bersamaan dengan semakin meningkatnya jumlah penderita yang disangka terjangkit wabah Covid-19.

Amanuddin, 45, salah satu warga asal Kecamatan Ketapang, Sampang mengaku kecewa. Karena saat datang ke RSUD, tim medis mengaku tidak bisa melayani. Dengan berbagai alasan termasuk sedang cuti bersama. “Kami sangat kecewa dengan pelayanan di rumah sakit,” ungkapnya, Senin (28/12/2020).

Dia menjelaskan, kondisi dirinya sudah semakin lemah. Sesuai jadwal sudah waktunya melakukan cuci darah. Sayangnya, setelah sampai di rumah sakit tidak mendapatkan pelayanan itu. Terpaksa pihaknya harus kembali ke rumah tanpa melakukan HD.

Kecewa karena tidak bisa cuci darah, pihaknya berupaya untuk berkonsultasi dengan tim medis. Soal bahaya yang mengancamnya jika cuci darah harus menunggu sampai cuti bersama selesai. Malah, Aminuddin diusir oleh salah satu petugas di RSUD Moh. Zyn.

“Malah diusir dari ruangan. Padahal saya ingin mendapatkan saran dari mereka. Bagaimana kalau cuci darah ditunda sampai waktu cuti bersama selesai,” ungkapnya.

Aminuddin mengaku kecewa dengan pelayanan rumah sakit. Sebab, selain tidak memberikan pelayanan kepada masyarakat, juga tidak memberikan solusi. Padahal, lanjut dia, pihaknya hanya meminta solusi apa yang harus dilakukan selama menunggu cuci darah bisa dilakukan. Sementara kondisi tubuhnya semakin lemas.

Baca juga  Dorong Pergerakan Ekonomi, Bupati Sampang Aktif Koordinasi dengan Kementerian

“Saya juga membayar dalam melakukan cuci darah. Kenapa mereka tidak manusiawi. Setidaknya memberi solusi kepada saya,” imbuhnya.

Sementara Direktur Utama (Dirut) RSUD dr. Moh. Zyn Sampang, dr Titin Hamidah belum bisa memberikan keterangan. Berusaha didatangi ke meja kerjanya tidak berhasil. Bahkan, dikonfirmasi melalui nomor ponselnya tidak tersambung. (man/mam)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan