RSUD Sampang Tuai Sorotan, Belanja Darah Rp2,3 M Tidak Terinci

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) JANGGAL: Belanja darah cukup fantastis, tapi belum jelas peruntukannya.

KABARMADURA.ID, SAMPANG  –Sikap tertutup pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Mohammad Zyn Sampang tampaknya patut dicurigai. Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang mengaku anggaran itu tidak terinci dalam dokumen rencana kerja dan anggaran (RKA) Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Hal itu disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Sampang Moh. Iqbal Fathoni kepada Kabar Madura, Rabu (17/2/2021). Dalam RKA BLUD, tidak ada perincian khusus belanja darah. Bahkan, anggaran senilai Rp2,3 miliar dinilai terlalu sangat tinggi.

Bacaan Lainnya

“Kami dalam pembahasan di komisi. Karena kebetulan mitra kami. Tidak ditemukan belanja darah sebesar itu,” katanya.

Bahkan diakui, pihaknya membuka dokumen RKA BLUD. Di dalamnya tidak ada rincian untuk belanja darah. Sebab, sejumlah anggota komisi IV diakui banyak terkejut melihat pengumuman di LPSE. Sehingga, pihaknya meminta RSUD dr. Mohammad Zyn menjelaskan adanya penganggaran belanja darah yang nilainya cukup fantastis.

“Saya buka berkali-kali RKA tidak ada anggaran darah. Memang selama ini anggaran yang diajukan RSUD gelondongan; tidak terperinci. Kami sempat meminta rinciannya, tapi sampai sekarang belum kami terima,” ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Bung Fafan itu mengaku penyusunan anggaran di RSUD nyaris tidak ada rinciannya. Sehingga, perlu diperjelas penggunaan darah dengan anggaran besar . Sebab selama ini, masyarakat membeli darah sendiri jika dirawat di RSUD.

“Perlu diperjelas itu darah untuk apa dan jenis apa. Selama ini, pasien membeli darah sendiri. Atau ini di luar pengetahuan kami tentang ilmu medis,” katanya.

Dikatakan, Komisi IV akan membahas khusus soal alokasi belanja darah dari APBD 2021. Selanjutnya, jika perlu penjelasan akan dilakukan pemanggilan terhadap RSUD.

“Kami berharap RSUD menyerahkan rinciannya,” imbuhnya.

Pantauan di layanan, Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Sampang pengelolaan anggaran di RSUD perlu diawasi. Tercatat anggaran pengadaan darah di RSUD dr. Mohohammad Zyn mencapai Rp2.300.000.000. Jadwal kontrak dan penyedia dimulai sejak bulan Januari 2021.

Anggaran itu hanya khusus pengadaan dan belanja dari terhitung sejak Januari 2021 sampai dengan Desember 2021. Sementara RSUD dr. Mohammad Zyn berstatus BLUD yang sudah mandiri soal pengelolaan APBD 2021.

Sayangnya, Direktur RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang, Titin Hamidah kembali tertutup. Pihaknya enggan menjelaskan soal anggaran belanja darah. Berusaha didatangi ke meja kerjanya tidak berhasil. Bahkan, berusaha dikonfirmasi melalui nomor ponselnya, tidak ada tanggapan. (man/nam)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *