oleh

RSUD Syamrabu Batalkan Pembelian PCR

Kabarmadura.id/Bangkalan– Rencana pengadaan pembelian alat polymerase chain reaction (PCR) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syamrabu Bangkalan dibatalkan. Pasalnya,  alat pemeriksaan swab untuk wabah Covid-19 yang rusak sebelumnya namun sudah bisa dioperasikan lagi.

Direktur RSUD Syamrabu Bangkalan dr Nunuk Kristiani mengatakan, pembatalan pengadaan alat PCR karena alat untuk mengetes Covid-19 yang ada di rumah sakit kini sudah bisa digunakan lagi. Sehingga atas pertimbangan itu akan menggunakan PCR yang sudah ada.

“Tidak jadi beli, PCR yang dimiliki RSUD ini yang dari bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Timur kemarin, dan perlu diketahui saat ini alat PCR yang dimiliki rumah sakit hanya 1 saja.” ungkapnya, Kamis (24/9/2020).

Padahal setiap harinya setidaknya ada 50 sampel swab yang harus diperiksa menggunakan alat itu. Sehingga, hasil pemeriksaan melalui swab harus menunggu 1 hingga 3 hari. Sebab, harus mengantri terlebih dahulu.

“Sebenarnya hasil swab bisa diketahui semisal jam sembilan masuk ke alat PCR, jam dua belas bisa diketahui hasilnya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan Sudiyo menuturkan, alat PCR di rumah sakit telah bisa digunakan kembali. Jadi, dia sudah tidak mengirimkan hasil tracking ke Surabaya atau ke Malang lagi.

“Sudah hampir lima belas hari yang lalu sudah bisa dioperasikan untuk melakukan pemeriksaan sampel swab,” paparya.

Lanjutnya, dua mesin yang ada di rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan sampel swab sudah sama-sama bisa beroperasi. Dua mesin tersebut adalah PCR dan TCM.

“Sudah tiga mingguan ini dua mesin itu bisa digunakan lagi, kami juga sudah melakukan persetujuan pembelian. Kalau misal jadi beli nanti kami punya alat tiga,” tutupnya. (ina/mam)

Komentar

News Feed