RSUD Syamrabu Inovatif dengan Segudang Prestasi

  • Whatsapp
MELAYANI: Direktur RSUD Syamrabu Bangkalan Yusro (berkerudung hitam) di tengah acara pengkredensialan dokter spesialis, Rabu (19/9).

Kabarmadura.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syarifah Ambami Rato Ebu (Syamrabu) Bangkalan memberi pembinaan secara insentif untuk para dokter spesialisnya. Tujuannya, untuk menguji dan terus meningkatkan kemampuan. Salah satu upaya tersebut, sebagaimana diwujudkan kemarin, (19/9), mereka dibekali materi seputar kesehatan.

Upaya peningkatan kemampuan sumber daya manusia (SDM) tersebut, menjadi inovasi untuk kesekian kalinya yang dilakukan oleh rumah sakit kebanggaan warga Bangkalan dan warga Madura secara umum.

Rumah sakit yang memiliki segudang prestasi ini, memang layak disebut sebagai kebanggaan warga Madura. Terlebih, RSUD Syamrabu sudah menjadi rujukan bagi sejumlah rumah sakit di Madura yang sebelumnya banyak merujuk ke Rumah Skair dr Soetomo, Surabaya.

Direktur RSUD Syamrabu drg. Yusro mengatakan, uji kompetensi secara akademis itu dalam rangka mengkredensial kemampuan pemedis. Sasarannya adalah dokter spesialis. Tujuannya untuk mengetahui intensitas kemampuan dokter.

“Untuk menguji sejauh mana kompetensi dokter spesialis ini,” ujar Yusro ditemui Kabar Madura di tengah aktivitas kegiatan mengkredensial dokter spesialis, Rabu (19/9).

Kegiatan itu tidak semata bersifat seremonial. Melainkan merupakan bagian dari kelengkapan syarat persiapan akreditasi. Dari itu, setiap dokter spesilis ukuran kemampuan akademiknya akan diuji.

“Mereka diuji oleh sesama profesinya. Misalnya dokter bedah, rehab medik, dan urologi. Jadi tidak bisa diuji yang bukan sesama profesinya,” tuturnya.

Menurut dia, setiap dokter spesialis baru, langsung dikredensial. Setelah itu ditentukan kewenangan klinisnya. Demikian akan berlangsung setiap dua tahun sekali. “Jadi ini akan diulang-ulang,” ucap Yusro.

Secara pelayanan, sambungnya, ujung-ujungnya untuk keselamatan pasien. Artinya pasien diberi pelayanan maksimal sesuai kebutuhan. Pengkredensialan dokter spesialisa tersebut diikuti lima dokter spesialis.

“Dokter spesialis urologi 1 orang, rehab medik 1 orang, dan dokter bedahnya 3 orang,” pungkasnya.

Dari catatan yang dihimpun Kabar Madura, RSUD Syamrabu Bangkalan sarat dengan inovasi dan prestasi dalam lima tahun terakhir. Inovasi dan prestasi itu, mulai dari peningkatan SDM, modernisasi alat kesehatan, pengembangan dan peningkatan pelayanan serta menggenjot kinerja manajemen serta seluruh unsur dalam pelayanan rumah sakit.

Hasilnya, cakupan pasien rawat jalan dan rawat inap yang terus meningkat. Hal itu berdampak bagi pendapatan rumah sakit yang semakin meningkat, sehingga tingkat kemandirian rumah sakit mencapai 90 persen.

Jika menilik dalam dua tahun terakhir ini, RSUD Syamrabu sudah banyak menggenjot inovasi. Seperti di awal tahun 2017 lalu, rumah sakit milik Pemkab Bangkalan ini memoles bidang kehumasannya. Sebab, kehumasan menjadi garda terdepan dalam pelayanan dalam berkomunikasi langsung dengan masyarakat.

Rumah sakit yang beralamatkan di Jalan Pemuda Kaffa Bangkalan ini juga sudah mengembangkan empat bidang pelayanan ortopedi, yakni arthoplasty, musculoskelestel, pain interevention, arthroskopi dan penanganan cedera olahraga. Pelayanan itu menjadi satu-satunya yang dimiliki rumah sakir di seluruh Madura.

RS Syamrabu juga sudah mengoperasikan alat bernama colonscopy, atau alat yang  digunakan untuk mengetahui kondisi saluran pencernaan bagian bawah. Alat ini juga satu-satunya yang dimiliki rumah sakit di Madura.

Pada Mei 2018, rumah sakit yang dulu bernama RSUD Prof. Dr. Sitiawan Kartosoedirdjo tersebut, juga memperoleh predikat rumah sakit tipe B Pendidikan. Kenaikan status tersebut  ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/224/VI/2018. Lalu pada 3 Mei 2018 dijadikan sebagai rumah sakit pendidikan utama Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang.

Bupati Bangkalan terpilih Abdul Latif Amin Imron usai mengunjungi pasien yang dirawat di RSUD Syamrabu Bangkalan pada 20 Agustus lalu, juga mengapresiasi baik rumah sakit ini. Saat itu, bupati terpilih yang akrab disapa Ra Latif ini sempat melihat langsung pelayanan terhadap pasien yang hendak menjalani maupun yang menjalani perawatan.

Ra Latif mengaku, ke depan akan lebih meningkatkan lagi pelayanan di RSUD Bangkalan. Sebab kata dia, kesehatan merupakan pelayanan dasar yang harus ditingkatkan oleh pemerintah. Selain itu, akan diupayakan untuk menambah ruang kamar rawat inap pasien. (rus/waw)

Prestasi:

  1. Meraih akreditasi 5 bintang Paripurna pada November 2016
  2. Lulus survey ulang akreditasi pada November 2017
  3. Meraih statsu RS Pendidikan dari Kemenkes pada November 2017
  4. Mendapat penghargaan peraih PAD terbaik
  5. Menjadi RS Pendidikan Utama FK UNISMA di tahun 2018
  6. Peningkatan cakupan pelayanan pasien yang signifikan

Inovasi:

  1. Intens Tingkatkan kualitas SDM
  2. Terus kembangkan bidang pelayanan
  3. Pengoperasian alat kesehatan modern
  4. Rutin meningkatkan kualitas manajerial dan pelayanan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *