RSUD Syamrabu Kekurangan Dokter Spesialis

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M) MENGIMBAU: Ketua Dewan Pengawas Rumah Sakit Setiadjabudhi meminta agar pemkab segera mengambil langkah taktis terkait kekurangan dokter spesialis kandungan.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Tenaga dokter spesialis kandungan di Kabupaten Bangkalan minim. Kendati sudah dilakukan rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk tenaga kesehatan, namun sepi peminat. Kondisi itu membuat Pemerintah Kabupaten Bangkalan berinisiatif membuka lowongan dokter spesialis non PNS.

Ketua Dewan Pengawas Rumah Sakit Bangkalan Setiadjabudhi mengatakan, pendaftaran untuk dokter spesialis, khususnya kandungan tidak ada yang mendaftar. Kondisi itu membuat pelayanan tidak maksimal, terutama di RSUD Syamrabu.

Bacaan Lainnya

“Kami dapat usulan dari rumah sakit kepada Pemkab Bangkalan agar tahun 2021 nanti ada tambahan dokter spesialis yang dibiayai oleh anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD),” Katanya.

Menurut Budhi, minimnya peminat menjadi dokter di Bangkalan karena kesejahteraannya. Terlebih, jika mendaftar tenaga kesehatan pada rekrutmen CPNS, para dokter terikat. Sehingga, tidak bisa menambah pekerjaan untuk tambahan.

“Kalau semisal dokter non PNS kan mereka bisa pindah ke rumah sakit lainnya. Kalau PNS kan mereka milik kami,” ujarnya.

Dengan begitu dari pihaknya telah mendorong ke rumah sakit untuk mengusulkan itu ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN) dan BKPSDA Bangkalan.

Terpisah, Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan Nur Hasan menyampaikan, pihak Pemkab telah membuka rekrutmen dokter spesialis. Berdasarkan informasi, diakuinya jika rekrutmen minim peminat. Banyak dokter yang mendaftar di daerah lain.

“Pembukaannya itu di luar CPNS, jadi itu kewenangan pimpinan daerah,” terangnya.

Rumah Sakit Syamrabu Bangkalan sudah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Maka, bisa membuka perekrutan dokter spesialis di luar seleksi CPNS.

“Nanti akan kami kaji lagi kenapa sepi peminat dengan dewas, dinas kesehatan dan rumah sakit,” tandasnya. (ina/mam)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *