RSUD Syamrabu Kesulitan Capai PAD, Akhir Tahun Baru Capai Rp77 M

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) DITARGET: Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan melakukan evaluasi PAD rumah sakit.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Tiga bulan menjelang akhir tahun, legislatif Bangkalan mulai mengevaluasi capaian pendapatan asli daerah (PAD). Salah satu hasil evaluasi Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan,  PAD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syamrabu Bangkalan diperkirakan anjlok.

Saat ini, capaian PAD RSUD Syamrabu masih Rp77 miliar. Sementara tahun anggaran 2021 sudah nyaris memasuki triwulan terakhir. Sehingga Komisi D meminta RSDUD Syamrabu bisa menutup kekurangannya itu di akhir tahun.

Bacaan Lainnya

Sebab, kata Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan, capaian yang diperoleh itu belum bisa memenuhi capaian ideal pada triwulan ketiga. Sebab, biasanya rumah sakit sudah memenuhi PAD pada triwulan ketiga ini. Sedangkan targetnya tahun 2021, rumah sakit harus menyetor sebesar Rp128 miliar.

Sementara PAD yang dihasilkan RSUD Syamrabu tahun 2020 mencapai Rp118 miliar dari target Rp100 miliar. Dengan capaian itu, nilainya terhitung surplus hingga 18 persen. Kondisi surplus juga dialami tahun 2019. Dari target Rp124 miliar mampi dicapai Rp125 miliar.

“Kami sudah memanggil khusus rumah sakit, capaiannya masih Rp77 miliar, ini setara dengan 59 persen dari target Rp128 miliar. Padahal idealnya triwulan ketiga ini harus sudah sekitar 75 persen,” kata Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan.

Setelah diklarifikasi oleh pihaknya, dia menerima jawaban dari rumah sakit bahwa pendapatan yang masuk masih digunakan untuk kegiatan pelayanan. Karena pembiayaan untuk kegiatan pelayanan tersendat akibat piutang dari Dinas Kesehatan (Dinkes), BPJS dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang belum terbayarkan.

“Rumah sakit berjanji, Desember sudah akan menutup target itu, katanya akan ditutup dari tunggakan-tunggakan yang belum dibayarkan,” paparnya.

Masih menurut Nur Hasan, capain PAD yang jauh dari target tersebut tidak hanya terjadi di rumah sakit, namun di semua organisasi perangkat daerah (OPD) yang menjadi mitranya. Alasannya, karena imbas dari wabah Covid-19 yang tak kunjung selesai dan anggaran terefocusing.

Meski banyak pemangkasan anggaran, dia meminta tidak dijadikan alasan untuk mengubah pola kerja dan aktivitas yang bisa menyebabkan PAD turun.

“Kami sudah targetkan semua OPD wajib memenuhi PAD pada bulan Desember nanti dan mereka optimis bisa memenuhinya,” tutur politisi PPP tersebut.

Sedangkan Direktur Rumah Sakit RSUD Syamrabu Bangkalan dr Nunuk Kristiani menjelaskan, meski belum ideal, pihaknya yakin bisa memenuhi itu. Sebab, tahun sebelumnya meski di tengah wabah Covid-19, layanan kesehatannya tersebut bisa memenuhi target PAD.

Selain pembahasan PAD, dr Nunuk mengungkapkan, pada perubahan anggaran keuangan (PAK) tahun ini, akan dicarikan celah untuk memenuhi PAD. Karena ada penambahan biaya penanganan pasien Covid-19. Sehingga, dia tidak khawatir dengan pelayanan Covid-19, karena anggaran sudah ada.

“Tahun ini kami dapat tambahan anggaran yakni gaji relawan dan dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) sebesar Rp3 miliar. Untuk dana alokasi umum (DAU) kami dapat Rp3,5 miliar,” tutup Nunuk.

CAPAIAN PAD RSUD SYAMRABU 2019-2021

  1. PAD Tahun 2021 Rp128 Miliar

Capaian sampai September 2021, Rp77 Miliar

  1. PAD Tahun 2020 Rp100 Miliar

Capaian Rp118 Miliar atau over 18 persen

  1. PAD Tahun 2019 Rp124 Miliar

Capaian Rp125 Miliar

Sumber: Komisi D DPRD Bangkalan

Reporter: Fain Nadofatul M

Redaktur: Wawan A. Husna

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *