RSUD Terus Berinovasi Demi Pelayanan Terbaik

  • Whatsapp

Kabarmadura.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr H Moh Anwar Sumenep terus meningkatkan kualitas dan mutunya. Hal itu diwujudkan dengan terus meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat.

Dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan di rumah sakit (RS) pelat merah itu, khususnya terkait upaya menurunkan angka kematian anak dan ibu, RSUD dr. H. Moh Anwar Sumenep mendapatkan Pendampingan Replikasi Emas oleh Tim Penurunan Angka Kematian Anak dan Ibu (PENAKIB) Provinsi Jawa Timur, Rabu (15/8).

Kehadiran Tim PENAKIB Jawa Timur untuk mendampingi RSUD dr H Moh Anwar Sumenep, tentu memberikan semangat dan energi tambahan selain upgrading pengetahuan terkait penurunan angka kematian ibu dan anak.

Sebagaimana disampaikan Bupati Sumenep A Busyro Karim, angka kematian ibu dan anak di Bumi Sumekar pada tahun 2017 mencapai 54,77 per 100 ribu kelahiran hidup. Jumlah tersebut meningkat 4,15 persen dibanding tahun 2016 sebanyak 50,62 per 100 ribu kelahiran hidup.

Itulah fakta yang menjadi dasar pentingnya penurunan angka kematian anak dan ibu di rumah sakit, khususnya di RSUD dr H Moh Anwar Sumenep, di mana rumah sakit kebanggaan masyarakat Sumenep itu merupakan satu-satunya yang dimiliki Pemkab Sumenep.

Dari sisi sistem, Direktur RSUD H Moh Anwar Sumenep dr Fitril Akbar M Kes menyampaikan, rumah sakit yang dipimpinnya saat ini tentu sudah melakukan terobosan dan inovasi demi terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Sehingga sudah tidak diragukan lagi, pelayanannya kepada masyarakat.

Salah satu terobosan dan inovasi yang dilakukan adalah dengan membuat aplikasi Pusat Pantauan Rumah Sakit Emergency Ponek Poned Terpadu (PUSPA SEPoTE) oleh Bidang Informasi dan Evaluasi.

“Tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas akses pelayanan kesehatan rujukan dari pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) beserta jejaringnya ke RSUD dr H Moh Anwar Sumenep,” jelasnya.

Aplikasi PUSPA SEPoTE merupakan suatu sistem rujukan online bagi kasus kegawatan maternal dan atau neonatal dengan menggunakan sistem yang dikembangkan di RSUD Dr H Moh Anwar. Saat ini, aplikasi PUSPA SEPoTE sedang dalam tahap penyempurnaan, sosialisasi dan simulasi pelaksanaannya di internal Rumah Sakit.

“Nantinya jika dirasa sudah sempurna akan disosialisasikan juga kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep, puskesmas beserta jejaringnya,” tuturnya.

Fitril juga berharap adanya dukungan serta peran semua pihak agar melalui sistem yang sudah dibuat RSUD dr H Moh Anwar bisa memberikan sumbangsih terhadap penurunan angka kematian anak dan ibu di Sumenep. (ong/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *