RTH di Sumenep Tidak Pernah Sumbang PAD

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) BELUM MAKSIMAL: Ruang terbuka hijau (RTH) di Sumenep sampai saat ini belum menyumbang pendapatan Asli Daerah (PAD).

KABARMADURA.ID | SUMENEP -Keberadaan ruang terbuka hijau (RTH) di Sumenep nihil kontribusi. Sebab, sampai saat ini tercatat belum menyumbang pendapatan asli daerah (PAD). Kondisi tersebut membuat legislatif menyarankan agar ada kajian khusus terkait retribusi dari RTH.

Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPRKP dan CK) menyebut Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Sumenep tidak pernah menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPRKP dan CK)  Mohammad Jakfar melalui Kepala Bidang (Kabid) Penataan Ruang Indra Wahyudi mengakui, sejauh ini RTH tidak ada PAD. Sebab, bagi masyarakat yang berkunjung ke RTH tidak pernah diminta karcis.

“PAD untuk RTH tidak ada. RTH hanya berfungsi mengenai keindahan kota. Selain itu hanya penghijauan,” katanya, Minggu (7/11/2021).

Menurut Indra, jumlah RTH yang dikelola dinasnya di antaranya, Taman Tajamara, Taman Edukasi Desa Pandian Kecamatan Kota, Taman Kejora, Taman Siding Puri Taman Kota Keris.

“Semua RTH tidak ada penarikan retribusi. Sehingga, tidak ada target PAD-nya,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Kabid Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep Zainal, RTH belum ada PAD. Menurutnya, sebanyak 18 taman, salah satunya Taman Pojok Pamolokan, semuanya belum ada penarikan retribusi

“Jika harus ada PAD, maka perlu adanya penarikan retribusi, tetapi tidak mungkinlah. Masak masyarakat yang hendak berkunjung ke RTH harus ada penarikan retribusi,” tukasnya.

Semantara itu, Sekretaris Komisi III DPRD Sumenep M. Ramzi menginginkan, RTH perlu adanya PAD. Sebab, pembangunan RTH menelan dana miliaran. Sehingga dengan adanya penarikan retribusi bisa menambah PAD. Termasuk hasilnya nanti bisa dianggarkan untuk perawatan.

“Memang sangat perlu adanya PAD dari RTH. Pembangunan dan pemeliharaan RTH menelan dana yang cukup fantastis,” tukasnya.

Reporter: Imam Mahdi

Redaktur: Mohammad Khairul Umam


 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *