oleh

Ruang Isolasi Kelebihan Muatan, RSUD SMart Siapkan Ruang Darurat

Kabarmadura.id/PAMEKASAN–Seiring bertambahnya pasien dalam pengawasan maupun beberapa pasien terinfeksi Covid-19 yang masih dirawat, membuat Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Slamet Martodirdjo (RSUD SMart) Pamekasan kewalahan menampung seluruhnya. Enam ruang isolasi tidak cukup menampung semakin tingginya angka pasien Covid-19.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan Achmad Marsuki mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak RSUD SMart untuk menambah ruang isolasi yang sifatnya darurat, yang hanya ditempati jika terdapat penambahan pasien Covid-19.

Menurutnya, pihak RSUD SMart bisa mengoperasikan satu atau lebih ruang untuk menjadi tempat khusus bagi pasien Covid-19 yang kondisi tubuhnya sudah sehat, tetapi masih menunggu hasil negatif dari laboratorium.

Sehingga menurutnya, ruang isolasi utama dapat digunakan oleh pasien baru yang baru saja masuk.Dengan begitu, pasien tetap bisa merasakan pelayanan rumah sakit tanpa menolak kedatangan pasien baru.

Kendati demikian, menurut Marsuki, ruang darurat tersebut fungsinya sama dengan ruang isolasi utama, di mana tidak semua orang bisa dengan leluasa masuk ke ruangan tersebut, selain petugas medis khusus.

“Pasien yang sudah dapat dikatakan sehat, tapi hasil laboratorium masih terinfeksi Covid-19,  bisa ditempatkan di ruang isolasi lain, karena kalau mengandalkan ruang isolasi yang ada, tidak memadai.Ini bukan menambah ruang, tetapi menggunakan ruang belakang yang tidak dipakai itu,” ucapnya.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 RSUD SMart dr. Syaiful Hidayat menyampaikan hal serupa.Menurutnya, pihaknya telah menyiapkan suatu ruang yang dapat digunakan oleh pasien Covid-19 baik yang PDP maupun yang terkonfirmasi terinfeksi Covid-19, ruang tesebut dapat digunakan oleh pasien yang kesehatan tubuhnya paling stabil di antara pasien lainnya.

Kendati demikian, Syaiful mengatakan, ruang tesebut bisa digunakan jika seluruh rumah sakit rujukan sudah tidak bisa menampung tambahan pasien Covid-19. Akan tetapi, Syaful yakin, ruang tersebut tidak akan sampai difungsikan, sebab dengan dijadikannya Rumah Sakit Umum Mohammad Noer (RSMN) Pamekasan sebagai rumah sakit rujukan pasien Covid-19 dan RSUD Waru sebagai rumah sakit darurat pasien Covid-19.

“Nanti kami sediakan ruangan khusus, ruangan itu akan hanya akan dipakai jika kapasitas sudah penuh dan ada tambahan pasien lagi, nanti yang paling sehat akan dipindah ke ruangan itu, sambil lalu dia menunggu hasil laboratorium, tapi kan sekarang sudah ada RSMN ada RSUD Waru juga,” ulasnya.

Dari data tim Gugus Tugas Covid-19 Pamekasan, hingga saat ini, total jumlah PDP di Pamekasan sudah menjadi 27 orang. Dari jumlah itu, 11 PDP sudah dinyatakan bersih dari Covid-19 dari hasil uji swab tenggorokan dari Laboratorium Litbangkes Kemenkes RI.

Dengan demikian, terdapat 16 PDP yang masih menunggu hasil uji laboratorium. Dari 16 PDP tersebut, tidak hanya dirawat isolasi di RSUD SMart, namun sebagian lagi RSU Mohammad Noer (RSU MN).

Saat ini, PDP yang dirawat isolasi di RSUD SMart sebanyak 7 orang, dengan 1 orang terinfeksi Covid-19 sedangkan di RSU MN sebanyak 3 orang dengan 2 orang terinfeksi Covid-19. Sedangkan 4 seluruh warga yang dinyatakan PDP di Pamekasan, menjalani perawatan isolasi mandiri di rumahnya.

Jumlah tersebut, termasuk tambahan 5 PDP hasil updateper-17 Mei 2020. Dari 5 PDP itu, dua di antaranya dirawat isolasi di RSUD SMart. Sedangkan satu memutuskan isolasi mandiri. Sedangkan dua lainnya sedang dibujuk untuk bersedia menjalani perawatan isolasi di RSUD SMart.(ali/waw)

Komentar

News Feed