oleh

Ruang Isolasi RS dan BLK Bangkalan Kembali Terisi Pasien Covid-19

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Sudah setengah tahun atau 6 bulan wabah Covid-19 menghantui masyarakat Bangkalan. Bahkan jumlah pasien yang tertular tidak kunjung reda, setiap harinya semakin bertambah. Sejak tanggal 5 September 2020, sudah ada 4 pasien tambahan yang terinfeksi Covid-19.

Kini total jumlah akumulasinya mencapai 433 orang terinfeksi wabah tersebut. 323 diantaranya dinyatakan sembuh dari Covid-19 dan 119 orang lainnya masih suspek.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan Sudiyo mengatakan, sejauh ini penularan dan penyebaran Covid-19 sempat rendah.

Tetapi, seiring dengan bertambahnya jumlah pasien yang terinfeksi Covid-19, Bangkalan kembali menjadi zona penularan Covid-19 dengan kategori sedang. Tercatat, sejak 2 September 2020, rumah karantina Balai Diklat milik Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Aparatur (BKPSDA) Bangkalan terisi kembali setelah sebelumnya sempat kosong.

“Kalau yang isolasi mandiri di rumah yakni Bangkalan ada 33 pasien, di Surabaya ada 16 orang,” terangnya.

Sementara itu, pasien yang dirawat di Balai Diklat ada 3 orang dan di rumah sakit ada 5 pasien. Sejauh ini, katanya, memang belum ada kemunculan kluster baru dari ratusan pasien yang terinfeksi Covid-19 itu. Yoyok (sapaan akrabnya) menambahkan, hanya kluster dari Surabaya yang masih mendominasi.

“Kebanyakan kluster transmisi, kiriman dari Surabaya. Seperti pasien yang melakukan pemeriksaan mandiri di Surabaya,” jelasnya.

Masih menurut Yoyok, dari 18 kecamatan yang ada di Bangkalan, hanya ada 6 wilayah yang sudah berubah warna menjadi kuning atau tingkat penyebaran rendah. 6 kecamatan tersebut yakni Klampis, Arosbaya, Tanah Merah, Galis, Kokop dan Konang. Sedangkan kecamatan lainnya masih berada di zona oranye atau tingkat penularan Covid-19 sedang.

“Kalau berdasarkan skala provinsi, Bangkalan masih zona oranye. Untuk per-kecamatan belum ada yang sudah zona hijau atau aman,” paparnya.

Terpisah, Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron menuturkan, untuk meminimalisir semakin meningginya kasus pasien terinfeksi Covid-19, dia telah mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 63 Tahun 2020. Dengan perbup itu, dia berharap masyarakat lebih bisa mengantisipasi penularan wabah itu dengan kedisiplinan yang ketat.

“Kami sudah keluarkan perbup, jadi melalui itu kami berharap masyarakat Bangkalan tetap menerapkan protokol kesehatan. Sebab, tidak ada vaksin hingga saat ini kecuali disiplin menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya. (ina/waw)

Komentar

News Feed