oleh

Ruang Kita, Tanam Asa Menuntun Menuju Pamekasan Kota Literasi

KABARMADURA.ID, Pamekasan – Mengubah pemikiran kebanyakan orang mengenai pentingnya dan apa itu literasi, bukan hal mudah bagi Komunitas Ruang Kita. Sebab,mengubahparadigma yang sudah mengakar, lebih sulit daripada mengubah tindakan seseorang.

Pamekasan yang menyandang julukan Kabupaten Pendidikan dan Kabupaten Literasi,telah diwarnai sejumlah kegiatan, salah satunya dari Komunitas Ruang Kita. Komunitas yang baru saja merintis ini, juga dibentuk untuk meningkatkan minat literasi masyarakat Pamekasan.

Setidaknya, aktivitasnya juga menuntun Pemkab Pamekasan dalam menemput impiannya membentuk kota literasi. Agar lebih cepat tercapai dari target.

Namun salah satu motivasiKomunitas Ruang Kita, sebagaimana disampaikan oleh Abdul Gafur yang juga inisiator komunitas ini, yaitu dalam mengubahpola pikir publik tentang literasi.

Literasi yang sebelumnya dipahami sebatas membaca dan menulis, menurutnya salah kaprah. Lebih dari itu.Literasi merupakan seperangkat kemampuan manusia yang terdiri dari membaca, menulis dan berbicara. Ketiganya merupakan seperangkat potensi manusia yang tekemas dalam satu bungkus literasi.Juga sama-sama penting untuk dimiliki semua orang.

Namun dalam prosesnya, ketiganya memiliki proses yang bertahap.Saling mengisi satu sama lain sebagai perangkat kemampun manusia yang dianugerahi Tuhan.

Bahwa setiap manusia harus membaca untuk memiliki ilmu dan pengeahuan. Membaca akan menambah wawasannya mengenai berbagai disiplin ilmu dan fenomena.

Selain dengan membaca, manusia harus menulis untuk menuangkan buah pikiran dari hasil membaca.

“Bahwa setiap apapun yang kamu dapatkan dari hasil membaca harus dapat dipastikan bahwa hal itu bermanfaat bagi orang lain dengan cara dituliskan dan diabadikan,” ucap Gafur.

Membicarakan segenap ide dan gagasan dari yang dibaca dan ditulis, penting disampaikan ke publik d secara lisan.

Tiga potensi itulah yang olehnya disebut sebagai literasi dan harus dimiliki oleh setiap manusia, terutama kawula mauda. Tiga hal inilah yang dikembangkan, sehingga Ruang Kita tidak hanya fokus pada mambaca dan menulis, tetapi juga pada public speaking.

“Mindset ini yang perlu diubah di tengah masyarakat,” ucap Gafur.(ali/waw)

Komentar

News Feed