Ruangan Digeledah KPK, Bupati Bangkalan Temui Komisi V DPR RI

Uncategorized11 Dilihat

KABARMADURA.ID | BANGKALAN-Kendati rombongan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah ruangannya, Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron tidak lantas menyaksikannya.

 

Pagi itu, Senin (24/10/2022) sekitar pukul 10.00, bupati Bangkalan memilih menemui rombongan Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI).

 

Bupati beserta anggota Komisi V DPR RI berada di Kecamatan Klampis untuk meninjau lokasi pembangunan pelabuhan Tanjung Bulupandan.

 

“Hanya sebatas tindak lanjut saja, kami tidak tahu proses penggeledahanya. Karena, kami juga tidak mendampingi secara langsung. Selebihnya no comment,” ucap Wakil Bupati (Wabup) Bangkalan Mohni saat diwawancarai usai penggeledahan, Senin (24/10/2022).

 

Kedatangan tim penyidik KPK itu hanya disambut dua pejabat tinggi Bangkalan, yakni Wabup Bangkalan Mohni dan Sekertaris Daerah (Sekda) Bangkalan Taufan Zairinsjah. Namun keduanya tidak ikut mendampingi aktivitas penyidik saat penggeledahan.

 

Ucapan tindak lanjut dari KPK yang dimaksud Mohni, diduga terkait pemeriksaan sejumlah pejabat Pemkab Bangkalan pada Agustus 2022 lalu. Saat itu, pemeriksaan dilakukan tiga kali. Awalnya hanya empat pejabat yang diperiksa, lalu disusul 8 pejabat, kemudian enam lagi yang diperiksa. Mereka pejabat dari beberapa unsur, seperti pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan kepala bagian (kabag).

Baca Juga :  Wujudkan Kemandirian Ekonomi dan Intelektual, Ra Fauzi Dorong Santri Lebih Kreatif dan Inovatif

 

Namun hingga saat ini belum ada keterangan resmi yang dirilis pihak KPK terkait pemeriksaan tersebut. Namun penyelidikan kasus korupsi yang dilakukan KPK itu diduga terkait kebijakan assesmen mutasi dan promosi pejabat Pemkab Bangkalan.

 

Sedangkan pada penggeledahan kantor Pemkab Bangkalan, Senin (24/10/2022), penyidik datang dengan enam unit kendaraan. Hasilnya, ada empat koper berisi berkas yang dibawa. Penggeledahan jga dijaga ketat aparat kepolisian bersenjata lengkap.

 

Penggeledahan yang berlangsung sekitar tiga jam tersebut, diakui Mohni, dilakukan di tiga ruangan, yakni ruangan bupati, wabup, dan sekda.

 

“Kami tidak tahu apa yang digeledah dan dibawa, kan tidak boleh ikut. Saat penggeledahan kami sedang melakukan video conference dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait inflasi. Jadi tidak tahu apa saja yang dibawa,” ujar Mohni.

 

Meski begitu, tidak satupun dari tim penyidik KPK mau buka suara terkait kegiatan penggeledahan. Rombongan bergerak cepat pergi meningkatkan halaman kantor Pemkab Bangkalan.

Baca Juga :  Top 5 Dating Sites and Apps

 

Tidak hanya kantor Sekretariat Kabupaten (Setkab) Bangkalan yang menjadi sasaran penggeledahan, ruangan Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Bangkalan Rosli Soeharsjono juga digeledah.

 

Reporter: Fathurrohman

 

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *