oleh

Ruangan Terbatas, Showroom Tajamara Bisa Digunakan Bergantian Pelaku IKM

Kabarmadura.id/Sumenep-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep berharap agar showroom Tajamara dapat menjadi ajang untuk mempromosikan produk Industri Kecil Menengah (IKM) binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). Namun, karena  ruangan showroom terbatas, maka tidak semua IKM bisa memajang produknya di Showroom Tajamara.

Kepala Dinas perindusrtrian dan perdagangan (Disperindag) Sumenep Agus Dwi Saputra mengatakan, jumlah pelaku IKM di Sumenep sebanyak 150. Sedangkan Showroom Tajamara hanya bisa ditempati 10 IKM. Solusinya, konsep yang ditawarkan Disperindag yakni IKM dapat menempati secara bergantian minimal 1 bulan sekali.

“Showwrom Tajamara saat ini dalam tahap penataan tempat untuk para IKM Sumenep, semua IKM binaan Disperindag akan ditempatkan di Showroom tersebut ” katanya, Selasa (11/02/2020).

Dalam waktu dekat  pihaknya akan mengumpulkan para pelaku IKM. Tujuannya, untuk memastikan kesiapan para pelaku IKM untuk mempromosikan produknya di Showrom, sehingga  IKM Sumenep memiliki daya saing tinggi.

Agus menambahkan, IKM di Sumenep selama ini sudah banyak yang produksinya dipasarkan tidak hanya lokal, namun mampu dipasarkan ke luar daerah. Dengan demikian, nantinya ketika tampil di Showroom Tajamara dapat mempromosikan produk secara lebih luas.

Salah satu produk IKM Sumenep yakni aneka camilan, juga ada industri batik, yang tidak hanya kaya akan motif tradisional, tapi sudah mengembangkan motif berpola kontemporer. Bahkan, dalam pemasarannya mereka sudah bisa melakukan sendiri termasuk melalui online, hingga menggelar event sendiri bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menciptakan pasar yang lebih luas.

“Nantinya, untuk produk batik juga akan dikenalkan di showroom Tajamara,” ujarnya

Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman (PU PRKP) dan Cipta Karya melalui Kepala Bidang (Kabid) Penataan Ruang Indra Wahyudi mengatakan, pengoperasian taman tajamara sudah mulai dilakukan. Dinas Perhubungan (Dishub) saat ini sudah mengatur lalu lintas, DPU PRKP dan Cipta Karya sudah melakukan pemeliharaan termasuk satpol PP.

“Saat ini hanya showroom milik Disperindag, masih dalam tahap penataan dan pengkodisian IKM,” ujarnya.

Dia berharap, Tajamara nantinya dapat memenuhi target PAD. Sehingga, pemerintah tidak rugi dalam membangun taman tersebut.

“Tajamara sudah menelan Rp1.469. 564.394. Saat ini dalam tahap operasi dan akan berlangsung sebagai penyumbang PAD nantinya,” pungkasnya. (imd/pai)

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

News Feed