oleh

Rumah Ibadah di Sampang Tidak Butuh New Normal

Kabarmadura.id/SAMPANG-Pemerintah tengah bersiap menjalankan kebijakan new normal life di tengah wabah Covid-19. Tidak hanya untuk sektor ekonomi, rumah ibadah semua agama akan kembali dibuka secara bertahap.

Sayangnya, penerapan tatanan kehidupan baru itu, tampaknya disambut biasa saja oleh Kementerian Agama (Kemenag) Sampang. Pasalnya, pembukaan kembali ruman ibadah itu, diklaim hanya ditujukan bagi daerah tertentu yang sudah menutup tempat ibadah sebelumnya.

Sementara di Sampang tidak diberlakukan penutupan rumah ibadah sejak awal mewabahnya Covid-19.

Kepala Kemenag Sampang Pardi mengatakan, secara umum, kebijakan new normal itu, masih akan didiskusikan di Kemenag pusat dan dikaji dalam pekan ini. Tatanan kehidupan baru itu, menuntut semua bidang dapat menyesuaikan.

Kata dia, saat ini Kemenag pusat sedang buat konsep secara bertahap kegiatan ibadah di rumah-rumah ibadah untuk dibuka kembali dengan beberapa pertimbangan, salah satunya untuk menjawab kerinduan umat untuk beribadah di rumah ibadah, memberi ketenangan batin kepada masyarakat dan harus tetap mentaati standar new normal yang berlaku.

“Kami (Kemenag red) tidak reaktif atas kebijakan new normal ini, sebab diSampang sejak awal tidak ada penutupan rumah ibadah dan kami tetap sebagaimana kesepakatan awal dengan pemkab dan para kiai sebelum Ramadan,”ucap Pardi saat dihubungi Kabar Madura melalui jaringan selulernya, Kamis (28/5/2020).

Dia membeberkan, terkait pembukaan kembali rumah ibadah itu harus mengikuti tahapan, yakni harus mendapatkan izin bagi rumah ibadah yang hendak dibuka. Pertama, kepala desa mengeluarkan rekomendasi ke kecamatan setempat, tujuannya agar rumah ibadah yang dibuka aman dari wabah Covid-19.

Setelah kepala desa mengajukan ke camat, maka pihak kecamatan kemudian membahas usulan itu dengan forum komunikasi kecamatan (forkopincam) setempat. Setelah itu, camat harus berkonsultasi ke bupati terkait pembukaan rumah ibadah di wilayah tertentu, setelah itu camat keluarkan izin.

“Untuk pembukaan kembali rumah ibadah ini, hanya ditujukan kepada daerah yang menutup masjid/musala dan tempat ibadah agama lain, sedangkan di Sampang tidak ada penutupan rumah ibadah dari awal,” terangnya.

Sementara itu, Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sampang Yuliadi Setiawan menegaskan, new normal dan tatanan kehidupan baru ditengah wabah covid-19 adalah kebijakan membuka kembali aktivitas ekonomi, sosial dan kegiatan publik secara terbatas dengan menggunakan standar kesehatan, upaya menyelamatkan kehidupan warga dan menjaga agar negara tetap bisa berdaya menjalankan fungsinya sebagaimana mestinya.

Lanjut dia, new normal  merupakan tahapan baru setelah kebijakan stay at home atau work from home atau pembatasan sosial diberlakukan untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19. Sehingga dengan new normal tersebut, warga dapat kembali beraktivitas di luar rumah, dapat bekerja dengan tetap menggunakan standar kesehatan yang ditetapkan.

“Prinsipnya pemerintah daerah akan tetap melaksanakan sesuai ketentuan yang diberlakukan oleh pemerintah pusat,” tukas pria yang akrab disapa Wawan itu. (sub/waw)

 

Komentar

News Feed