Rumah Sakit di Bangkalan Krisis Nakes, Butuh Keringat Relawan

  • Bagikan
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) PELAYANAN: Suasana puskesmas Bangkalan sebelum ditinjau Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Puluhan tenaga kesehatan (nakes) di Bangkalan mulai tumbang akibat tertular Covid-19. Kini jumlahnya juga merangkak naik. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan, jumlah nakes yang terinfeksi Covid-19 mencapai 76 orang. Akibatnya dua puskesmas di Bangkalan ditutup, yakni Puskesmas Arosbaya dan Puskesmas Tongguh.

Nakes yang terinfeksi itu, di antaranya yang bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syamrabu Bangkalan sebanyak 26 orang dan nakes dari puskesmas sebanyak 50 orang.  Hasil update per Selasa, (8/6/2021), dari hasil swab PCR untuk 99 nakes dan staf Puskesmas Klampis didapati 46 orang terinfeksi Covid-19.

Kepala Dinkes Bangkalan Sudiyo mengatakan, update data ini masih sementara. Sebab, pergerakan datanya bisa berubah setiap jam.

“Dari 76 itu, ada 3 orang yang meninggal yakni perawat, dokter dan bidan,” katanya, Selasa (8/6/2021).

Pihaknya belum menerima laporan jumlah nakes yang sembuh. Sedangkan untuk mengatasi kekurangan nakes, diperkirakan satu hingga dua hari ke depan akan terpenuhi dari bantuan nakes dari pemerintah pusat. Selain itu, RSUD Syamrabu Bangkalan telah membuka rekrutmen relawan.

Terkait penutupan puskesmas, pihaknya telah mengalihkan pelayanan kesehatan di puskesmas terdekat dan rumah sakit.

Sementara itu, Direktur RSUD Syamrabu Bangkalan dr Nunuk Kristiani mengatakan, sejauh ini sudah ada beberapa relawan perawat yang mendaftar. Meski belum memenuhi kuota yang dibutuhkan, pihaknya akan tetap membuka rekrutmen relawan perawat Covid-19.

“Untuk kebutuhan ini nambah relawan, kemarin sudah ada 19 yang masuk dan sekarang ada lagi 10 orang. Totalnya ada 39 orang perawat yang melayani pasien Covid-19,” jelasnya.

Baca juga  BOS Audiensi dengan Kapolres, Berharap Masyarakat Bisa Mengolah Sampah

Sedangkan kebutuhan relawan ini, kata Nunuk, membutuhkan sekitar 50 orang. Kekurangan itu lantaran tidak semua perawat bersedia mengemban tugas menangani pasien Covid-19.

“Para perawat ini sudah kami beritahu kalau tugasnya melayani pasien Covid-19 dan harus tahu konsekuensinya,” imbuhnya.

Terpisah, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) agar bisa mengirim dokternya untuk membantu nakes menangani pasien Covid-19 di Bangkalan yang membeludak.

“Kami juga sudah koordinasi dengan lembaga pendidikan kesehatan di Surabaya agar mengirim perawat ke Bangkalan dan mereka sudah menyanggupi,” ungkap menteri yang baru dilantik pada 23 Desember 2020 lalu itu.

Sebab, jika tidak dibackup, nakes di Bangkalan akan kewalahan. Sementara ini, nakes yang akan dikirim ke Bangkalan sebanyak 10 dokter.

“Kami belum hitung secara keseluruhan, karena masih menunggu hitungan butuh berapa di sini. Tapi saya hitung lagi sekitar 10 dokter, tapi tadi yang terpenting juga nakes perawat untuk lima puskesmas kali empat. Jadi mungkin sekitar 25 nakes,” tukas mantan wakil menteri BUMN ini. (ina/waw)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan