Rumahnya Tetap Digusur, Warga Blega Bangkalan Minta Waktu Seminggu

  • Whatsapp

KABARMADURA.ID | BANGKALAN – Penggusuran rumah warga di samping Puskesmas Blega, Bangkalan sempat memanas. Sebab, salah satu pemilik rumah dari 4 rumah yang berada di lahan tersebut tidak mau pindah karena sudah puluhan tahun ditempati.

Tidak hanya itu, untuk melakukan mediasi harus dilakukan oleh pihak keamanan. Sehingga, memutuskan untuk meminta perpanjangan selama satu minggu.

Bacaan Lainnya

Sekretaris Satpol PP Bangkalan Ari Murfianto menuturkan, penggusuran rumah warga di samping Puskesmas Blega, karena ada perluasan gedung pelayanan kesehatan. Sementara lahan yang dibangun rumah oleh warga sebenarnya milik pemerintah.

“Kami hanya menjalankan permintaan dari Dinas Kesehatan,” katanya.

Kata Ari, penggusuran dimulai Selasa (6/10/2021), pihaknya hanya diminta melakukan pengamanan saja. Sebab, pembongkaran dilakukan oleh pihak ketiga.

“Kami hanya diminta mengawasi, tidak bisa bertindak banyak,” ulasnya.

Kata Ari, ada 4 bangunan yang digusur. Tiga pemilik sudah dikosongkan, namun satu orang masih bertahan. Pada saat mau dibongkar, masih tetap memanas.

Sementara itu, pihak ketiga dikejar target untuk menyelesaikan pembongkaran sebelum masa kontrak.

“Setelah diberi pemahaman, bahwa setuju atau tidak setuju, bangunan rumah itu tetap dibongkar, karena tanah itu milik pemerintah, dia langsung mengajukan kelonggaran,” ceritanya.

Setelah negosiasi, pemilik rumah sudah menerima untuk digusur. Namun, dia meminta waktu 7 hari untuk melakukan pembongkaran sendiri. Pihak ketiga menyetujui permintaan tersebut. Kesepakatan itu ditandatangani oleh pemilik rumah.

“Pihak pembongkar setuju pemintaan pemilik rumah. Bahkan, jika butuh tenaga untuk membongkar, akan disiapkan dari pihak ketiga,” paparnya.

Ari juga menambahkan, dalam upaya pengamanan penggusuran dikawal oleh aparat penegak hukum dan Satpol PP. Sedikitnya ada 17 petugas Satpol PP yang diterjunkan. Langkah tersebut dalam rangka mencegah terjadinya sesuatu yang tak diinginkan.

“Sebanyak 16 orang anggota dan 1 koordinator sudah kami kirimkan sesuai permintaan,” tandasnya.

Sedangkan salah satu warga pemilik rumah M Tamrin menyampaikan, dirinya sudah 36 tahun lebih menempati bangunan tersebut. Menurutnya, penggusuran tersebut sebenarnya bisa dihindari.

“Kan masih ada lahan yang lebih luas, jadi tidak perlu gusur menggusur,” ucapnya.

Kata Tamrin, dirinya juga mengaku meminta perpanjangan karena ingin membongkar rumahnya sendiri. Sebab, rumah tersebut dibangun dengan keringat dan hasil kerjanya sendiri.

“Saya lebih baik bongkar sendiri, jadi saya minta waktu lebih,” tuturnya.

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *